Tetapkan SMA Zonasi, Sekolah Didorong Penuhi SNP

Kepala SMA N 1 Jawilan Rustomi Effendi (kiri) memberikan sambutan pada sosialisasi pelaksanaan SMA zonasi, di Aula SMAN 1 Jawilan, Rabu (7/8/2019).

SERANG, (KB).- Sekolah setingkat SMA didorong untuk dapat memenuhi Standar Nasional Pendidikan (SNP), dengan dibentuk SMA Zonasi. Hal itu diharapkan dapat meningkatkan mutu kualitas pendidikan di sekolah.

Diketahui, ada delapan SNP yang harus dipenuhi. Di antaranya kurikulum, sebaran guru, sebaran peserta didik, kualitas sarana dan prasarana, pembiayaan pendidikan, proses, isi, dan kompetensi lulusan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Kota Serang, Kabupaten Serang dan Cilegon Ahmad Ridwan, usai memberikan sambutan pada kegiatan sosialisasi pelaksanaan SMA Zonasi di SMAN 1 Jawilan, Rabu (7/8/2019).

“Delapan standar nasional pendidikan bisa diterapkan di sekolah yang terimbas. Sehingga diharapkan sekolah tersebut dapat meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan, salah satunya dengan meningkatnya hasil ujian nasional kemudian berkelanjut siswa dan siswi ke perguruan tinggi,” kata Ridwan kepada Kabar Banten.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Jawilan Rustomi Effendi mengatakan, SMA zonasi sebagai bentuk pembinaan peningkatan mutu melalui penguatan pada delapan standar nasional pendidikan. Sekolah yang ditetapkan sebagai pelaksana memiliki prestasi dan keunggulan, serta mampu melaksanakan dan mengimbaskan ke sekolah lainnya.

“Bagi SMAN 1 Jawilan ditetapkan sebagai SMA zonasi suatu penghargaan dari pemerintah dalam melaksanakan pendidikan bermutu. Dan menjadi motivasi untuk selalu berinovasi dan berprestasi dalam memberikan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan siswa,” ujarnya.

Rustomi berkomitmen selalu memberikan layanan pendidikan yang terbaik sekalipun SMAN 1 Jawilan letaknya tidak di perkotaan. Tetapi layanan pendidikan sudah mengikuti perkembangan dengan penguatan pendidikan karakter berbasis kewirausahaan.

“Sekolah kami juga sedang membuat konsep Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) pada 2020-2023. Kami menginginkan terciptanya sekolah gratis berkarakter ramah anak tanpa kekerasaan berbasis kewirausahaan, dengan menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis siswa, dengan pendekatan Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM) atau Science, Technology, Engineering, Art and Mathematics (STEAM),” tuturnya. (DE/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here