Tes Wawancara, Sejumlah Calon Sekda Banten Kesulitan

SERANG, (KB).- Sejumlah calon Sekretaris Daerah (Sekda) Banten mengaku kesulitan menjawab pertanyaan yang dilontarkan panitia seleksi (pansel) dalam tes wawancara akhir, di Ruang Transit Pendopo Gubernur Banten, Rabu (13/2/2019). Mereka diwawancarai secara bergantian.

Seorang calon Sekda Banten yang juga Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten, Alhamidi mengatakan, mendapat pertanyaan yang lumayan banyak.

“Cukup (sulit), artinya dalam kapasitas seorang pimpinan itu yang ditanyakan,” katanya.

Pertanyaan yang banyak dilontarkan kepadanya terutama berkaitan dengan karya tulis yang ia sampaikan.

“Yang jelas terkait dengan kepemimpinan dan disiplin. Artinya terkait dengan reformasi birokrasi, karena saya mengambil judul reformasi birokrasi. Jadi kunci utama dalam rangka meningkatkan kinerja yang baik itu harus diawali disiplin, mustahil berkinerja baik kalau disiplinnya tidak baik,” ujarnya.

Ia mengapresiasi langkah pansel yang banyak memberikan pertanyaan untuk menguji kemampuan calon sekda.

“Lelang jabatan ini cukup kompetitif, sehingga dari banyak pertanyaan-pertanyaan tadi banyak mengarah pada kemampuan calon seorang sekda bilamana ditetapkan,” ucapnya.

Seorang calon lainnya yakni Widyaiswara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Al Muktabar mengatakan, pertanyaan yang disampaikan kepada dirinya cukup sulit. Pertanyaan itu wajar mengingat kapasitas pansel yang tidak bisa diragukan.

“Penguji semua canggih-canggih, beliau-beliau adalah orang yang berkapasitas nasional internasional. Dengan segala perspektif pengalaman, jabatan, luar biasa ini pansel nasional. Pansel nasional ya begitu, banyak mengaitkan perspektif nasional dan perspektif daerah,” ucapnya.

Senada diakui calon sekda yakni Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfotiksan) Komari. Kata dia, pertanyaan yang disampaikan pansel cukup sulit.

“Ya memang pada dasarnya tidak pertanyaan yang mudah, semuanya pertanyaan yang cukup tinggi. Karena memang tim ini adalah level nasional, sehingga punya pengayaan dan pengalaman yang luas,” tuturnya.

Pada saat dirinya menyampaikan presentasi, Gubernur Banten Wahidin Halim ikut masuk memantau. Akan tetapi, Gubernur Banten tidak memberikan pertanyaan. “Pak Gubernur lebih kepada sebagai peninjau,” tuturnya.

Kepala BKD Banten Komarudin menuturkan, pada saat wawancara akhir pertanyaan yang disampaikan terdiri atas pertanyaan wawancara, serta karya tulis yang dibuat masing-masing calon. “Jadi materi wawancara itu adalah karya tulis yang mereka bikin sama wawancara,” katanya.

Diumumkan besok

Rencananya hasil wawancara akhir akan diumumkan pada Jumat (15/2/2019) besok. Hasil yang diumumkan sendiri merupakan kalkulasi dari beberapa rangkaian seleksi sekda, mulai assessment, rekam jejak, kesehatan dan wawancara akhir.

“Kesehatan itu engga ada bobotnya sebenarnya, tapi bisa menjatuhkan. Misalnya tidak layak dari sisi medis, bisa tidak lolos,” tuturnya.

Ia memastikan, rangkaian seleksi sekda berjalan dengan transparan. Bahkan, lanjut dia, Gubernur Banten sendiri telah meminta pansel membuka kesempatan tamu yang datang bisa melihat langsung wawancara melalui video yang ditampilkan. “Tapi pansel punya pendapat lain,” katanya.

Ketua Pansel Sekda Banten Adi Suryanto menuturkan, hasil wawancara akhir akan mengerucut ketiga besar. Dari tiga ini Gubernur Banten akan mengusulkan salah satu di antaranya kepada Kemendagri. Akan tetapi, pilihan gubernur belum tentu diterima oleh presiden.

“Sekda yang memutuskan presiden, bukan gubernur, Pak Gubernur hanya mengusulkan satu dari tiga. Dalam banyak kasus bisa dimungkinkan apa yang diusulkan gubernur itu diterima, atau tidak disetujui. Nanti presiden mencari calon lain tapi dari tiga orang itu. Jadi tiga orang itu punya kans yang sama,” katanya. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here