Tes Petugas Haji Tahap Kedua Digelar Hari Ini

Dr. H. Machdum Bachtiar, Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Banten.*

Kementerian Agama akan menggelar seleksi petugas haji tahap kedua atau tingkat provinsi serentak pada Kamis (13/2/2020) hari ini.

Seleksi petugas haji tahap kedua atau tingkat Kanwil Kemenag Provinsi Banten akan diikuti 24 peserta, terdiri atas calon Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI), Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), dan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Pelaksanan tes akan dilaksanakan di Aula Kanwil Kemenag Banten.

“Seleksi berupa Computer Asested Test (CAT) akan dimulai pukul 07.00. Peserta diharapkan hadir 15 menit sebelum tes dimulai,” kata Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Banten H. Machdum Bachtiar, Rabu (12/2/2020).

Ia mengatakan, ketentuan peserta yakni harus membawa handphone Android yang telah diseting atau di-download dengan aplikasi CAT, membawa power bank, kacamata baca dan alat tulis.

Ia menuturkan, tes seleksi menggunakan sistem CAT dilakukan agar proses seleksi lebih transparan dan akuntabel. “Tes insya Allah berjalan lancar,” kata Machdum.

Sementara itu, Direktur Bina Haji Khoirizi menambahkan, seleksi tingkat provinsi se-Indonesia akan diikuti sekitar 2.638 peserta. Mereka adalah calon petugas yang telah lolos pada seleksi tahap pertama di tingkat Kankemenag kabupaten/kota yang digelar 4 Februari 2020.

“Mereka akan memperebutkan 1.014 PPIH Kloter, terdiri dari Ketua Kloter dan Pembimbing Ibadah Kloter. Selain itu, ada juga 305 kuota Penyelenggara Perjalanan Ibadah Haji atau PPIH Arab Saudi,” katanya seperti dikutip laman Kemenag.

Menurut Khoirizi, sebagaimana di tingkat Kankemenag kabupaten/kota, seleksi provinsi juga akan menggunakan sistem Computer Asested Test atau CAT. Hal itu dilakukan agar proses seleksi lebih transparan dan akuntabel, serta terhindar dari praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme.

“Proses seleksi diawasi oleh tim Inspektorat Jenderal Kementerian Agama. Kami membutuhkan petugas yang mempunyai komitmen dalam membina, melayani, dan melindungi jemaah, serta memiliki wawasan keagamaan yang moderat. “Jangan sekali-kali menjanjikan kelulusan kepada peserta,” tuturnya.

Kasubdit Pembinaan Petugas Petugas Haji Ahmad Jauhari menambahkan, aplikasi CAT sudah disiapkan. Hanya, peserta harus mempersiapkan sendiri telepon selulernya berbasis android beserta paket data karena panitia tidak menyediakan jaringan internet di lokasi tes.

“Peserta tes tidak dibolehkan membawa hp lebih dari satu. Untuk kelancaran pelaksanaan tes, Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah sudah menyiapkan Tim Khusus untuk memantau proses seleksi selama 24 jam,” katanya.

Dikatakan Jauhari, soal CAT terdiri dari 100 soal pilihan ganda. Waktu pengerjaan paling lambat 60 menit.

“Komposisi soal terdiri dari Pengetahuan Umum dan Regulasi Perhajian; Pengetahuan Manasik Haji, dan Pengetahuan Bidang Tugas,” ucapnya.

Selain CAT, akan dilakukan tes pendalaman bidang. Ada enam bidang yang diujikan sesuai pilihan peserta, yaitu: ketua kloter, pembimbing ibadah, layanan konsumsi, layanan akomodasi, layanan transportasi, dan layanan siskohat.

“Soal pendalaman bidang tugas berbentuk essay dengan jawaban tertulis dan lisan,” tuturnya.

Petugas dengan nilai terbaik akan diajukan oleh Kakanwil ke Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah untuk ditetapkan sebagai petugas.*

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here