Jumat, 25 Mei 2018

Tes Baca Alquran, Sejumlah Pejabat Dukung Usulan LPTQ

SERANG, (KB).- Sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Banten mendukung usulan LPTQ Banten kepada Gubernur Banten tentang pemberlakuan tes baca Alquran dalam setiap rotasi, mutasi dan promosi jabatan. Mereka menganggap hal tersebut wajar untuk sebuah provinsi yang dikenal dengan santri dan ulamanya ini.

Yudi Sugiarto, seorang pejabat di lingkungan Pemprov Banten mengatakan, pemberlakuan tes baca tulis Alquran dalam rotasi, mutasi dan promosi jabatan di Banten akan memperkuat identitas Banten sebagai gudang ulama dan santri. “Semua orang melihat Banten seperti itu, kalau namanya orang Banten ke luar daerah pasti disuruh ngaji,” katanya saat ditemui Kabar Banten di KP3B, Curug, Kota Serang, Selasa (24/10/2017).

Pembelakuan tes baca Alquran otomatis memaksa pejabat yang belum mahir membaca Alquran untuk lebih giat membaca Alquran. “Yang enggak bisa (membaca Alquran) nanti belajar. Kalau yang bisa ngajarin,” ucapnya.  Menurutnya, semua pejabat di Banten yang beragama muslim harus mahir membaca Alquran. “Berawal dari pejabat semuanya bisa ngaji jadi semuanya bisa ngaji, kalau pejabatnya enggak bisa ngaji, gimana stafnya nanti. Mungkin sebagian orang tidak menganggap itu penting, tapi bagi saya itu penting,” ujarnya.

Sikap tak keberatan juga dikatakan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Banten, Agus M Tauchid. Ia tidak merasa terganggu jika usulan LPTQ Banten tersebut diberlakukan oleh Gubernur Banten. “Saya tidak masalah dan tidak perlu dipermasalahkan,” tuturnya.  Kemampuan membaca Alquran merupakan konsekuensi bagi seorang muslim. Tanpa dijadikan syarat dalam rotasi, mutasi dan promosi pejabatpun, hal tersebut sudah menjadi kewajiban. “Tanpa dibuatkan syarat juga sudah kewajiban umat muslim,” ujarnya.

Diketahui sebelumnya, Ketua Harian LPTQ Banten, Syibli Sarjaya mengusulkan agar dalam setiap rotasi, mutasi dan promosi jabatan di lingkungan pemerintah setempat dilakukan tes baca Alquran kepada mereka. “Dalam Rakerda LPTQ dua tahun lalu, kami sudah mewacanakan ini agar disetiap rotasi, mutasi dan promosi jabatan diberlakukan tes baca Alquran. Bahkan pada Rakerda 2017 usulan ini kembali mengemuka,” ucapnya.

Usulan terhadap pejabat tersebut merupakan salah satu bentuk kearifan lokal. Menurutnya, sejumlah daerah tak tabu memasukkan kearifan lokal dalam kebijakannya. “Saya yakin kalau mereka memahami dan mengerti Alquran tidak akan ada kebocoran-kebocoran (korupsi) dalam birokrasi,” katanya. (SN)***


Sekilas Info

Polsek Kopo Bagi-bagi Hidangan Berbuka Puasa

SERANG, (KB).- Personel Polsek Kopo membagikan hidangan berbuka puasa berupa takjil gratis untuk para pengemudi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *