Tertangkap Bawa Sajam, Ratusan Pelajar Sungkem di Kaki Orangtua

Para pelajar bersujud dan mencium kaki orangtua serta guru setelah dilakukan pembinaan karena kedapatan membawa senjata tajam, di Mapolresta Tangerang, Tigaraksa, Jumat (22/2/2019).*

Jajaran Polresta Tangerang berhasil mengamankan 106 pelajar dari berbagai sekolah yang diduga akan melakukan tawuran di Kecamatan Balaraja Kabupaten Tangerang. Ratusan pelajaran tersebut ditangkap berdasarkan informasi dari warga yang resah akan tindak para pelajar tersebut.

Wakil Kapolresta Tangerang AKBP Komarudin mengatakan, dari hasil pengeledahan ditemukan sejumlah senjata tajam yang dicurigai akan digunakan untuk melakukan tawuran. Senjata tajam tersebut di antaranya celurit, golok hingga gergaji kayu.

“Di lokasi kejadian kita menemukan barang bukti sebanyak 15 buah celurit, 2 buah golok, 3 buah samurai, dan 1 buah gergaji kayu,” ujarnya, Jumat (22/2/2019).

Dari 106 pelajar yang diamankan, 4 pelajar di antaranya diduga membuat senjata tajam untuk persiapan melakukan tawuran. “Dari 106 pelajar terindikasi hasil pemeriksaan 4 pelajar diduga melakukan produksi atau yang membuat alat-alat ini,” tuturnya.

Maka dari itu, Komarudin menegaskan akan menindak para pelajar apabila melakukan hal melanggar hukum dan meresahkan masyarakat. Hal tersebut dilakukan demi menjaga ketertiban lingkungan. Dan ia pun memberikan surat pernyataan kepada para pelajar agar tidak mengulanginya lagi.

“Kami dari kepolisian menggarisbawahi dan meyakinkan orangtua bahwa kami tidak akan segan untuk melakukan penegakan hukum terhadap siapapun tidak terkecuali adik-adik pelajar kita yang masih mencoba meresahkan masyarakat. Apalagi mengulanginya lagi setelah menandatangani surat ini, maka akan kami tidak tegas dan bisa saja anak-anak ini mendekam di sel,” ucapnya.

Perlu diketahui, dalam expose pengamanan pelajar tersebut dihadiri oleh orangtua masing-masing pelajar, guru dari setiap sekolah yang terlibat, dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang. Di hadapan orangtua dan guru, para pelajar itu menangis dan memohon maaf. Mereka pun sungkem dan mencium kaki orangtua serta guru.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Lukman, sangat menyesali tindakan para pelajar membawa sajam. Dia mengatakan, pihaknya akan melakukan pengecekan dan evaluasi mengapa pelajar melakukan tindakan itu. Adapun pemberian sanksi terhadap 106 pelajar tersebut merupakan kewenangan pihak sekolah.

“Memang posisinya sesudah jam pelajaran. Pihak dinas pendidikan akan mengevaluasi kepada kepala sekolah, karena dianggap tidak bisa membina karakter anak. Memberikan peringatan kepada sekolah, kalau swasta akan dilakukan peninjauan ulang terkait izin sekolahnya,” tutur Lukman. (Dewi Agustini)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here