Ternak Lokal Penuhi Kebutuhan Kurban

LEBAK, (KB).- Populasi ternak lokal di Kabupaten Lebak diyakini mampu memenuhi kebutuhan masyarakat untuk kurban Hari Raya Iduladha. Sebab, populasi ternak di wilayah itu terus mengalami peningkatan sekitar 2.500 ekor per tahun.

“Kita sangat yakin populasi ternak lokal mampu memenuhi permintaan hewan kurban di pasaran. Bahkan, tak hanya pasar lokal populasi ternak juga bisa nemenuhi pasar daerah, seperti Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi,” kata Sekretaris Dinas Peternakan (Disnak) Lebak, Ignatius Rosmantoro, Kamis (1/8/2019).

Ia menjelaskan, ketersediaan pasokan hewan ternak lokal di antaranya kerbau dengan jumlah populasi 43.000 ekor. Jumlah populasi itu masuk lima besar di nasional. Bahkan, populasi peternakan kebau dari tahun ke tahun bertambah antara 2.000 sampai 2.500 ekor per tahun.

“Kami memperkirakan, kebutuhan hewan kerbau untuk kurban Iduladha sekitar 6.000 sampai 8.000 ekor,” katanya.

Pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan usaha peternakan menjadikan andalan pendapatan ekonomi masyarakat melalui penerapan teknologi. Sebab, penerapan teknologi tersebut dinilai lebih cepat untuk mewujudkan swasembada daging kerbau.

“Penerapan teknologi itu, salah satunya penggunaan suntik Inseminasi Buatan (IB) yang dilakukan secara rutin,” ucapnya.

Menurutnya, selama ini populasi kerbau di Banten terbesar berada di Kabupaten Lebak dan sudah masuk daerah swasembada daging. Selain itu, peternak Kabupaten Lebak mampu memenuhi permintaan hewan kurban untuk warga Jabotabek.

“Kebanyakan kerbau lokal berbobot 800 kilogram dengan harga Rp 25 juta hingga 28 juta per ekor,” ucapnya.

Saat ini, peternak kerbau di daerah ini berkembang di 28 kecamatan karena menyumbangkan pendapatan ekonomi rakyat.

“Kami berharap usaha peternakan kerbau ke depan mampu menjadikan andalan ekonomi masyarakat dan tidak menjadikan usaha sampingan,” tuturnya. (ND)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here