Sabtu, 23 Februari 2019

Terlibat Transaksi Narkoba, Sabu Kades Cireundeu dari Napi Lapas

SERANG, (KB).- Penyidik Ditresnarkoba Polda Banten, menemukan petunjuk baru terkait penangkapan Kepala Desa (Kades) Cireundeu, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang Dendi Fitriandi alias Oploy (34). Oploy, diduga mendapatkan narkoba jenis sabu dari seseorang berinisial R, narapidana yang mendekam di Lapas Klas II A Serang.

“Dari hasil pemeriksaan, tersangka diduga mendapatkan sabu tersebut dari narapidana lapas,” kata Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Banten Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Thelly Iskandar Muda saat ditemui wartawan di Mapolda Banten, Selasa (22/1/2019).

Kendati begitu, Thelly belum bisa memberikan rincian identitas napi berinisial R itu kepada awak media. Petugas kata dia, masih mendalami kasus tersebut untuk mengungkap bandar peredaran jaringan narkoba jenis sabu-sabu itu.

“Belum, sementara baru itu yang kita dapatkan. Kita juga belum tahu dia ini narapidana atas kasus apa. Kami masih menunggu perkembangan penyelidikannya terlebih dahulu,” ujar Thelly.

Baca Juga: Diduga Terlibat Transaksi Narkoba, Oknum Kades Diciduk Polisi

Kades Cireundeu Dendi Fitriandi alias Oploy, diciduk polisi karena dituding telah terlibat dalam transaksi narkoba jenis sabu-sabu pada Jumat (18/1/2019). Ia diduga, memesan langsung barang haram tersebut dengan harga Rp500 ribu dari seorang bandar.

Penangkapan Oploy berawal dari ditahannya dua orang yang dicurigai telah melakukan transaksi narkoba jenis sabu-sabu di pinggir jalan, di daerah Kelurahan Penancangan, Cipocok Jaya, Kota Serang. Dua orang yang diamankan itu yakni DM (32) alias Debleng yang merupakan Bendahara Desa Cireundeu dan F (31) seorang pengusaha.

Saat penggeledahan, ditemukan barang bukti sabu yang dibungkus plastik klip bening dan disimpan dalam kemasan cokelat chocolates. Begitu diinterogasi, keduanya mengakui mendapat perintah untuk mengambil barang haram tersebut setelah Oploy mentransfer sejumlah uang kepada seorang bandar.

Usai melakukan gelar perkara, Senin (21/1/2019), Ditresnarkoba Polda Banten menyematkan status tersangka terhadap Oploy. Selain Kades Cireundeu, polisi juga ikut menetapkan status tersangka terhadap rekan Oploy berinisial F yang merupakan seorang pengusaha.

Ditemui terpisah, Kalapas Klas II A Serang Suherman, membantah terdapat narapidana di Lapas Serang yang mengendalikan peredaran narkoba. Sebab menurutnya, petugas di lapas yang ia pimpin sering melakukan razia kepada warga binaan yang kedapatan memiliki barang bawaan dari luar.

“Kalau dikendalikan dari dalam sini, kemungkinannya kecil. Soalnya sudah sering kita razia setiap seminggu sekali. Warga binaan yang bawa uang saja kita sita, apalagi berupa alat telekomunikasi. Itu pasti udah kedeteksi sama petugas kami,” kata Suherman saat ditemui wartawan di ruang kerjanya.

Namun demikian, ia tidak menampik jika komunikasi antara narapidana tersebut dengan Kades Cireundeu masih terjalin meskipun berada di dalam lapas. Sehingga kata dia, napi itu bisa saja mengarahkan Oploy ketika ingin memesan sabu-sabu dari seorang bandar.

Hal itu, diperkuat dengan adanya fasilitas 7 unit warung telekomuniasi (wartel) yang disediakan lapas untuk para warga binaan. Di wartel tersebut, biasanya kata Suherman, sering digunakan warga binaan untuk berkomunikasi dengan sanak keluarganya masing-masing.

“Kemungkinan sebelum (narapidana) masuk ke sini, dia sudah sering komunikasi sama kades itu. Jadi pas ketangkap, si kades bingung mau mesen sabu ke siapa. Bisa saja, si warga binaan ingin menyambungkan lagi ke jaringan bandar yang dia kenal di luar. Tapi kita pastikan, kalau untuk warga binaan yang mengendalikan peredaran narkoba di sini, itu enggak ada,” ujar Suherman menegaskan. (Rifat Alhamidi)*


Sekilas Info

Pendaftar Seleksi Calon Anggota Komisi Informasi Banten Membeludak

SERANG, (KB).- Pendaftar seleksi calon Anggota Komisi Informasi (KI) Provinsi Banten periode 2019-2023 membeludak. Sampai …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *