Terlibat Kasus Korupsi, Dua ASN Terancam Dipecat

CILEGON, (KB).- Dua aparatur sipil negara (ASN) di Lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon terancam dipecat dari jabatannya. Sebab, keduanya tersangkut kasus korupsi. Kedua ASN tersebut, yaitu Dani Solihamdani, Kasubag Analisa Jabatan pada Bagian Organisasi Setda Kota Cilegon dan Mulyadi, mantan Lurah Kedaleman, Kecamatan Cibeber.

Keduanya terlibat kasus suap pengurusan tukar guling lahan (ruislag) antara PT Makmur Permata Indah Abadi dengan Pemkot Cilegon. Keduanya telah mendapatkan vonis dengan hukuman berbeda.
Dalam sidang di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Serang, Dani divonis dua tahun penjara serta denda Rp 50 juta subsider dua bulan kurungan. Sementara, Mulyadi mendapat kurungan 1,5 tahun dan denda Rp 100 juta susbider tiga bulan kurungan.

Kepala Bidang (Kabid) Pengadaan, Pemberhentian, Pembinaan Kesejahteraan, dan Administrasi pada Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Cilegon, Lela Sulelah membenarkan hal tersebut. “Ketika mereka masih berstatus tersangka dan belum ada vonis, masih diberlakukan pemberhentian sementara,” katanya, Rabu (26/7/2017).

Ia menuturkan, saat ini pihaknya telah meminta salinan berita acara pemberian vonis terhadap dua ASN yang bekerja di Lingkungan Pemkot Cilegon. “Nanti BKPP mengajukan surat pemecatan yang ditandatangani wali kota. Tapi, lebih jelasnya ke pak Kaban saja (Mahmudin),” ujarnya.

Terkait hal tersebut, Sekretaris Komisi I DPRD Cilegon, Hasbi Sidik mengatakan, belum mengetahui secara pasti terkait kasus korupsi yang melibatkan dua ASN Pemkot Cilegon. Namun begitu, ia meminta kepada pihak BKPP Kota Cilegon untuk menindaklanjuti kasus tersebut sesuai dengan koridor hukum yang berlaku. “Jika memang sudah ada putusan dan sudah dapat salinan berkas dari pengadilan, ya segera lakukan pemecatan kalau memang aturannya dipecat,” ucap politikus Partai Gerindra tersebut. (Sigit/Job)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here