Terkumpul Rp 510 Juta Lebih, Zakat Fitrah tak Capai Target

SERANG, (KB).- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Serang mencatat zakat fitrah yang terkumpul tahun ini mencapai Rp 510.889.800 yang berasal dari berbagai sumber. Jumlah tersebut tidak sesuai dengan target yang diharapkan yakni sekitar Rp 650 juta, hal itu diduga dampak dari pandemi Covid-19.

Kepala Baznas Kabupaten Serang Ahmad Wardi Muslich menjelaskan, tahun ini penerimaan zakat fitrah sudah diprediksikan akan mengalami penurunan. Sebab terkendala dengan kondisi yang sedang terjadi yakni adanya pandemi Covid-19 di Indonesia. Adapun penerimaannya untuk tahun 2020 yakni sebesar Rp 510.889.800.

“Kalau untuk zakat fitrah targetnya sekitar Rp 650 jutaan. Tapi penerimaannya itu sebesar Rp 510.889.800 saja, ini tidak sesuai target karena memang kondisinya tidak memungkinkan,” kata Wardi kepada Kabar Banten, Senin (1/6/2020).

Adapun rinciannya, dia menjelaskan, dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) kecamatan sebesar Rp 83.340.000, UPZ kantor dinas/instansi Rp 221.470.000, UPZ UPTD pendidikan kecamatan Rp 118. 820.000.

Kemudian, untuk lembaga pendidikan atau sekolah sebesar Rp 34.580.000, perusahaan sebesar Rp 40. 685.000 dan perorangan sebesar Rp 11. 994.800. Selama pandemi, terdapat beberapa sumber penerimaan zakat yang mengalami perubahan seperti sekolah yang menerapkan Work Form Home (WFH) dan juga perusahaan.

“Biasanya yang banyak itu dari pendidikan atau sekolah, tapi karena banyak yang WFH dan belajar dirumah jadi berpengaruh,” ucapnya.

Tak hanya itu, lanjutnya untuk penerimaan pada gebyar zakat tahun ini pun ada sedikit penurunan. Tahun sebelumnya atau 2019 penerimaan zakat dalam kegiatan gebyar zakat sebesar Rp 1.705.000.000, sementara untuk tahun ini hanya sebesar Rp 1.683.146.000. Kondisi tersebut juga dikarenakan adanya pandemi Covid-19 yang berlangsung hingga saat ini.

Wardi menjelaskan, untuk gebyar zakat dari UPZ kantor kecamatan sebesar Rp 151.290.000, UPZ kantor dinas/instansi sebesar Rp 1.302.231.000 dan perorangan Rp 229.625.000. Gebyar zakat tersebut, nantinya akan digunakan ke dalam berbagai program yang dimiliki. Sehingga program tersebut dapat dilaksanakan dan terpenuhi.

“Kami kan memiliki lima program yakni bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan dan kemasyarakatan,” ujarnya. (TM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here