Terkendala Anggaran, Rencana Pembangunan BLK Kabupaten Serang Mandek

SERANG, (KB).- Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang untuk membangun Balai Latihan Kerja (BLK) di Desa Kendayakan, Kecamatan Kragilan mandek. Hal tersebut dikarenakan adanya keterbatasan anggaran untuk membangun BLK yang direncanakan seluas 1,5 hektare tersebut.

Kepala Seksi Pelatihan pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang Didi Rosadi mengatakan, untuk anggaran rencana pembangunan BLK Kabupaten Serang terakhir, pihaknya mengusulkan sekitar Rp 17 miliar. Namun, sampai saat ini masih mandek.

Padahal, menurut dia, keberadaan BLK tersebut penting, sebab jika BLK milik sendiri pelatihannya bisa ditentukan sendiri, semantara selama ini pelatihan yang dilakukan di Bandung khusus otomotif.

“Jadi, sekarang sudah dibagi-bagi, kalau kami pengin (pelatihan) yang lain gak bisa. Tapi, kami tidak bisa berbuat banyak, karena kewenangan membangunnya dialihkan ke Dinas Perkim (Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Tata Bangunan),” katanya, kepada Kabar Banten.

Ia mengungkapkan, rencana pembangunan BLK tersebut, berawal dari usulan masyarakat yang disampaikan banyak kecamatan dan desa melalui musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang).

Namun, tutur dia, dengan banyaknya usulan tersebut tentunya tidak mungkin membangun BLK di setiap kecamatan atau desa-desa. Akhirnya, pihaknya merangkum semua usulan masyarakat dan diusulkan di musrenbang kabupaten untuk dibangun BLK Kabupaten Serang.

“Nah, ketika itu kami bikin anggaran untuk pengadaan lahannya, sebelum pengadaan lahan kan kami bentuk panitia, kemudian panitia survei lahan, dan tahun berikutnya baru dianggarkan untuk pembelian lahan, luasnya sekitar 1,5 hektare di Desa Kendayakan,” ujarnya.

Ia menuturkan, pembebasan lahan BLK tersebut, sudah dilaksanakan sejak 2017. Namun, sebelum itu sekitar 2016, pihaknya sudah mengusulkan untuk pembangunan BLK ke Provinsi Banten. Provinsi seolah-olah menantang akan membantu untuk pembangunannya, dengan syarat harus ada lahan.

“Tapi, lahan sekarang sudah terbukti (sudah ada), pemerintah daerah sudah membeli. Tetapi, provinsi siap membangunkan hanya saja syaratanya harus masuk ke usulan prioritas. Jadi ini dari Kabupaten Serang prioritas ke berapa BLK ini diusulkan ke provinsi,” ucapnya.

Sebelumnya, dia mengungkapkan, untuk jumlah yang telah mengikuti pelatihan kerja, sampai saat ini sudah 1.472 orang dari berbagai sumber keahlian yang dilatih. Jumlah tersebut juga sudah melebih target dari yang dibiayai APBD, yakni 120 orang.

Untuk BLK saat ini pelatihannya sudah spesialis. Jadi, jika ingin mengadakan pelatihan kerja lainnya di Serang, maka harus mendatangkan instrukturnya secara khusus. Mereka yang mengikuti pelatihan kerja ada yang bekerja dan berwirausaha dengan keahlian yang didapat dari pelatihan.

Sementara, Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja Disnakertrans Kabupaten Serang Sutarya mengatakan, pelatihan kerja yang diberikan terbagi ke dalam berbagai kerja sama baik daerah ataupun pusat.

“Berikut untuk 2020 kami sudah mulai mohon kuota ke semua BLK. Pelatihannya berupa otomotif, las, listrik, dan menjahit,” katanya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here