Terkait Perekrutan Tenaga Kerja, Warga Gunung Sugih Persoalkan PT SRI

CILEGON, (KB).- Warga Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan, mempersoalkan perekrutan tenaga kerja yang dilakukan PT Synthetic Rubber Indonesia (SRI). Perusahaan joint venture PT Chandra Asri Petrochemical (CAP) dengan PT Michelin ini, dinilai tidak memprioritaskan masyarakat setempat.

Hal tersebut menjadi pembahasan utama pada rapat dengar pendapat antara Komisi II DPRD Kota Cilegon dengan manajemen PT SRI, Forum Komunikasi Pemuda Gunung Sugih (FKPGS), serta Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon. Rapat tersebut digelar di Ruang Rapat DPRD Kota Cilegon, Selasa (14/1/2020).

Ketua FKPGS Mashuli menyesalkan jika PT SRI tidak memegang komitmen terkait skala prioritas masyarakat Gunung Sugih dalam perekrutan tenaga kerja. Terlebih hal tersebut tertuang dalam Analisa Dampak Lingkungan (Andal) perusahaan tersebut.

“PT SRI tidak transparan ketika perekrutan tenaga kerja dilakukan. Waktu itu sempat ada tes penerimaan kerja, tapi ternyata hanya sekadar ikutan tes tanpa ada penerimaan,” katanya dalam forum.

Baca Juga : Warga Gunung Sugih Mengadu ke Dewan, PT SRI Diduga Langgar Andal

Ia mengatakan, masyarakat Gunung Sugih memiliki hak untuk bekerja di perusahaan tersebut. Mengingat PT SRI sangat dekat dengan permukiman warga Gunung Sugih.

“Masyarakat Gunung Sugih termasuk masyarakat yang paling dekat dengan perusahaan. Jelas ke depan masyarakat akan selalu terkena dampak lingkungan dari proses produksi. Maka itu kami berhak mendapat pekerjaan di perusahaan itu. Apalagi persoalan ini tertuang dalam Andal,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Kota Cilegon Masduki menyesalkan sikap perusahaan yang tidak memprioritaskan perekrutan tenaga kerja dari masyarakat ring 1. Ia menilai jika perusahaan telah melecehkan masyarakat sekitar.

“Pada rekrutmen, posisi operator itu kan standarisasinya SMA sederajat. Masa sih dari 100 orang kebutuhan operator orang Gunung Sugih tidak ada. Kalau memang perusahaan berkomitmen, dari 100 orang dari kebutuhan operator minimal 50 persennya warga lokal. Ini malah hanya 6 orang. Makanya kami tuntut nama dan alamat 6 orang itu, apakah benar warga lokal,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur PT SRI Marsosan Wiguna menjelaskan, perekrutan karyawan PT SRI telah dilakukan sesuai dengan prosedur perusahaan. Dimana dalam prosedur perekrutannya, harus berdasarkan kompetensi yang dibutuhkan oleh PT SRI.

“Ini kan perusahaan padat modal, jadi perekrutan harus dilakukan berdasarkan kompetensi dan secara normal. Perekrutan ini telah dilakukan cukup lama, dari April 2019,” ucapnya.

Wiguna mengungkapkan, jumlah karyawan yang telah diterima oleh PT SRI sebanyak 177 orang. Dimana dari 177 orang tersebut, 62 adalah warga Kota Cilegon.

“Perekrutannya pun kami lakukan bersama Disnaker Kota Cilegon,” katanya.

Wiguna menuturkan, dari 177 orang yang diterima tersebut akan ditempatkan di beberapa tempat kerja yang berbeda. Seperti bagian perawatan, produksi dan lain sebagainya.

“Karyawan yang kami rekrut rata-rata merupakan lulusan sarjana,” ucapnya. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here