Terkait Penganiayaan Wartawan, Tindakan Oknum Polisi Dikecam

    Wartawan elektronik, cetak, dan online menggelar aksi solidaritas atas kekerasan terhadap wartawan di depan Poles Kota Serang, Sabtu (22/10/2017). Aksi tersebut mengecam kekerasan oleh oknum kepolisian terhadap jurnalis salah satu media cetak saat bertugas meliput aksi demo mahasiswa dan menuntut pihak Polres Serang Kota, agar menindak tegas pelaku pemukulan.*

    SERANG, (KB).- Puluhan wartawan di Banten, terdiri dari berbagai media massa menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Mapolres Serang, Sabtu (21/10/2017). Aksi tersebut, merupakan bentuk solidaritas terhadap seorang wartawan dari media lokal di Banten, Panji Bahari Romadon yang dianiaya oleh oknum aparat Polres Serang Kota saat meliput aksi unjuk rasa mahasiswa di Jalan Sudirman, Ciceri, Kota Serang, Jumat (20/10/2017).

    Berdasarkan pantauan, aksi unjuk rasa dimulai di Jalan Veteran, Kelurahan Kota Baru, Kota Serang. Sejumlah wartawan berorasi dan membawa poster berisi kecaman terkait tindakan penganiayaan oleh oknum aparat kepolisian. Aksi tersebut, kemudian dilanjutkan di depan Kantor Mapolres Serang Kota.

    Koordiantor aksi, Deni Saprowi dalam orasi mengatakan, aksi penganiyaan yang dilakukan oknum aparat terhadap wartawan merupakan preseden buruk yang kembali terjadi di Banten. Menurut dia, reformasi birokrasi di tubuh Polri belum berjalan optimal.  Oleh karena itu, Polri terutama Polres Serang Kota harus melakukan pembenahaan terhadap anggotanya, agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

    “Kami datang ke sini bukan untuk dialog. Hari ini, kami turun ke jalan dengan penuh kesadaran tinggi, bahwa aspirasi ini harus kami suarakan. Ini bukan kali pertama dan membuktikan reformasi di tubuh Polri belum berjalan,” katanya. Ia menuturkan, aparat kepolisian adalah mitra wartawan. Namun, aksi penganiayaan tersebut, telah menodai mitra yang dibangun dengan baik selama ini.

    Aksi oknum aparat yang menganiaya wartawan, meski telah menunjukkan kartu identitas, merupakan tindakan yang di luar batas. “Sahabat kami (korban) telah menunjukkan ID card, tapi tetap diancam dibunuh, bahkan diinjak-injak,” ujarnya. Dengan kejadian tersebut, wartawan Banten mendesak, agar Kapolres Serang Kota, AKBP Komarudin selaku pimpinan memberikan sanksi tegas terhadap oknum anggotanya.

    Namun, jika oknum aparat tersebut tidak disanksi, maka akan ada aksi susulan di Polda Banten yang mendesak, agar Kapolda Banten, Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengganti Kapolres Serang Kota. “Kalau oknum aparat kemarin tidak diproses, maka kami akan datang ke Polda Banten, Senin (hari ini) menuntut bapak (kapolres) untuk diambil tindakan tegas. Kami tidak ingin punya kapolres yang diam saja, tidak memberikan sanksi tegas terhadap anggotanya,” ucapnya.

    Meminta maaf

    Sementara itu, Kapolres Serang Kota, AKBP Komarudin menyatakan permohonan maaf kepada para insan pers terkait aksi kekerasan yang dilakukan anggotanya saat mengamankan aksi unjuk rasa di UIN Banten pada Jumat (20/10/2017) kemarin. “Saya selaku pimpinan memohon maaf kepada wartawan yang terkena pemukulan kemarin dan bertanggung jawab atas semua insiden ini,” tuturnya. (FI)***

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here