Selasa, 20 Februari 2018

Terkait Limbah dan Pencemaran Lingkungan, Perusahaan Bandel Harus Ditindak

SERANG, (KB).- Anggota DPRD Kabupaten Serang asal Kecamatan Tirtayasa, Ahmad Faisal meminta Pemkab Serang menindak tegas perusahaan yang membuang limbah ke Sungai Ciujung. Selain itu, juga memantau secara intens kondisi air sungai. Menurut dia, pemkab jangan memberi kesempatan lagi perusahaan yang membandel. Saat ini, dia mengatakan, mengetahui Sungai Ciujung sedang pasang dan ada perusahaan nakal yang membuang limbahnya ke sungai.

”Jika sedang pasang, kan tidak terlalu terlihat perubahan airnya. Tetapi, jika sedang surut, kelihatan banget perubahannya airnya hijau dan berbau. Ini sudah menjadi rahasia umum, namun sampai sekarang belum ada perubahan. Dalam hal tersebut yang paling terdampak pasti petani tambak di bagian hilir, bibit ikan mereka pada mati,” katanya, Senin (20/11/2017) menanggapi keluhan nelayan Tengkurak terkait limbah dan pencemaran lingkungan.

Ia menuturkan, pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memang sudah bergerak melakukan pemantauan. Saat pemantauan, ujar dia, biasanya tidak ditemukan perusahaan yang membuang limbahnya secara langsung ke sungai. “Tapi, berbeda dengan pengakuan masyarakat dan mungkin selang beberapa waktu setelah pemantauan, perusahaan membuang lagi tanpa sepengetahuan,” ucapnya.

Jika kondisi air sungai terus kurang baik, menurut dia, petambak akan semakin berkurang. “Sekarang saja informasinya pemilik tambak sudah banyak yang menjual tambaknya, karena masalah air limbah yang mengalir ke tambak mereka mengakibatkan usaha tambaknya gagal,” tuturnya.

Tinjau lokasi

Pihak Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Serang menilai, kondisi air tambak di wilayah Desa Tengkurak, Kecamatan Tirtayasa masih terhitung normal untuk pertumbuhan bandeng. Penilaian tersebut dilakukan berdasarkan peninjauan lokasi tambak, untuk menindaklanjuti petani tambak yang mengeluh penghasilannya turun akibat tercemar limbah industri.

Kepala Bidang Perikanan dan Budidaya pada Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Serang, Suhardjo mengatakan, setelah melakukan peninjauan dan pengecekan terhadap kondisi air tambak. Pihaknya menilai, kondisi tambak di sana masih terhitung baik. “Hasilnya cukup bagus untuk tambak bandeng,” katanya kepada Kabar Banten, Senin (20/11/2017).

Pada kesempatan tersebut, pihaknya meninjau tambak salah satu kelompok tani. Hasilnya, pertumbuhan ikan bandengnya masih terhitung baik. “Pak Hedi Hernadi ketua kelompoknya, sekretarisnya, pak Kurdi. Pertumbuhan bandengnya bagus, per tiga bulan sudah besar,” ujarnya. Saat meninjau, dia bersama tim tidak sampai membawa sampel air untuk diujikan di laboratorium. Sebab, dia sudah membawa alatnya langsung untuk mengetesnya. Bahkan, menurut dia, saat ini kondisi air tambak sedang dalam kondisi pasang, karena sudah turun hujan.

Lebih lanjut, dia menuturkan, parameter air tambak saat ini masih ada di kisaran 23-27 dengan PH di atas 7,5. Angka tersebut membuktikan, bahwa kondisi tambak masih optimal untuk pertumbuhan ikan bandeng. “Oksigen terlarut juga masih bagus. Apalagi dengan adanya hujan itu mendukung untuk pertumbuhan, awal musim hujan ini baik untuk pertumbuhan bandeng,” ucapnya.

Saat disinggung terkait adanya kontaminasi limbah industri dalam penurunan hasil tambak tersebut. Ia menilai, tidak bisa sepenuhnya menuduh hanya karena limbah. Sebab, setelah diteliti, airnya masih dalam kondisi baik. Selain itu, tutur dia, penurunan produksi ikan bandeng juga saat ini bukan hanya terjadi di wilayah Serang. Namun, kondisi tersebut, terjadi di seluruh daerah Pantura. Selain itu, ada banyak faktor yang menyebabkan hasil produksi petani tambak turun. Penurunan tersebut, karena kurangnya daya dukung lahan dan hilangnya mangrove, karena ditebang.

“Sehingga, kemampuan memfilter air itu jadi berkurang. Terus teknologi masih tradisional, makanya sekarang kami sedang kembangkan pembuatan tendon, itu untuk mengurangi kadar limbah. Jadi, tidak mutlak karena limbah,” katanya. Menurut dia, penurunan produksi petani tambak tersebut sebenarnya sudah dipikirkan solusinya. Para petani tambak, saat ini tidak hanya menanam ikan bandeng, namun juga disertai rumput laut dan polyculture. “Agar tidak turun produksinya, supaya pendapatan petani tambak tidak turun,” ujarnya. (YY/DN)***


Sekilas Info

Pilkada Kota Serang 2018: Tim Pemenangan Perang di Medsos

SERANG, (KB).- Pertarungan Pilkada Kota Serang 2018 mulai ramai jejaring sosial atau media sosial (medsos). Perang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *