Selasa, 20 Februari 2018

Terkait Lahan Puspemkab Serang, Tatu Minta Pembebasan Dipercepat

SERANG, (KB).- Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengintruksikan pembebasan lahan penunjang Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Serang sekitar 22 hektare, di Desa Kaserangan Kecamatan Ciruas dan Desa Cisait Kecamatan Kragilan Kabupaten Serang, dipercepat. Percepatan dilakukan untuk menghindari kenaikan harga lahan setelah adanya pembebasan lahan untuk Pembangunan Tol Serang-Panimbang.

“Segera belanjakan saja anggaran yang ada, dapat berapapun. Apalagi sekarang ini sudah ada hasil appraisal untuk Tol Serang-Panimbang semakin ditunda akan semakin tinggi harganya. Apalagi, kalau mereka (tim pembebasan lahan jalan tol) sudah selesai pembebasannya, bisa semakin tidak berarti itu nilai uang kita,” kata Bupati yang ditemui Kabar Banten usai menghadiri rapat paripurna DPRD Kabupaten Serang, Senin (6/11/2017).

Tahun ini pembebasan lahan harus dilakukan, karena menurut Tatu, jika belanja lahan untuk puspemkab tertunda tahun ini bukan akan menguntungkan pemkab, tapi justru akan semakin merugikan Pemkab Serang karena nilai uang yang dimiliki oleh pemkab akan semakin tidak berarti terhadap harga tanah sekarang karena mau pembebasan untuk Tol Serang-Panimbang.

“Kedepan setelah pembebasan lahan untuk tol, harga lahan bukan turun, tapi semakin naik. Jadi tahun ini saya intruksikan dana yang ada harus bisa dibelanjakan karena semakin lambat, semakin merugikan Pemkab Serang, nilai uangnya semakin tidak berarti. Dapat berapa hektare pun bebaskan saja karena kedepan harga tanah bisa semakin tidak terjangkau sebab semakin naik,” ujarnya.

Untuk penilaian harga lahan di area penunjang Puspemkab, Tatu mengatakan, sudah ada appraisal yang sedang melakukan penilaian kembali untuk harga lahan tersebut. Kemudian, ada juga appraisal yang melakukan penilaian terhadap lahan untuk jalan Tol Serang -Panimbang. Dengan adanya dua appraisal, menurutnya, akan membuat pemkab lebih aman.

“Dengan dua appraisal itu, justru lebih aman buat pemda Serang. Ada dua appraisal yang bisa di komper menjadi acuan untuk acuan harga untuk kita lebih aman, dan Tim Pengawal Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) juga bisa diajak oleh kita. Tahun ini harus belanja dengan uang yang ada, sekarang dapat berapa luasnya belanjakan, nanti kedepan kita mikir lagi uangnya dari mana,” ujarnya.

Perbedaan harga

Sementara, Plt Sekda Pemkab Serang Agus Erwana mengatakan, dana yang ada sekarang sekitar Rp 50 miliar. “Uangnya ada, dan nanti kami belanjakan dapat berapa pun. Kami akan minta tambahan nanti di 2018, untuk menyelesaikan itu. Tahun ini bisa, uang yang ada sudah bisa digunakan,” ucapnya. Agus yakin pembebasan lahan bisa dilakukan tahun ini. Namun, ada perbedaan harga cukup besar antara hasil penilaian tim appraisal sebelumnya dengan hasil penilaian tim apprasial Tol Serang-Panimbang.

Oleh karena itu, diperkirakan pemkab tidak mungkin mampu membebaskan semuanya. “Iya ada perbedaan cukup besar, makanya mungkin kita tidak mampu untuk membebaskan semua, tetapi bukan berarti nanti tertunda lagi, ya kita jalankan saja, nanti di murni mudah-mudahan distujui dan uangnya ada kita bereskan sisanya di Januari atau Februari sisanya. Tapi kan nanti kita lihat hasil appraisal berapa, mudah-mudahan lebih murah,” ujarnya.

Terkait kemungkinan adanya penolakan dari warga karena harganya berbeda dengan hasil tim appraisal Tol Serang-Panimbang, kata Agus, pihaknya akan melakukan penekatan kepada masyarakat. “Nanti kita lihat kalau beda nya tidak terlalu jauh, kemudian dia masih bersih kukuh kita lakukan pendekatan dahulu, memberikan pengertian pada mereka, tapi memang kalau nanti mereka masih susah juga ya kita titipkan,” katanya.

Agus mengatakan, saat ini tahapan pembebasan lahan tinggal tunggu hasil appraisal, sambil pembenahan adminstrasinya. Pembebasan lahannya diperkirakan tidak semua, tapi disesuaikan dengan anggaran yang ada. “Misalnya kita hitung umpamanya harganya Rp 400 juta berarti kita butuh sekitar Rp 80 miliar, nah yang 50 miliar kita belanjakan tahun ini, yang Rp 40 miliar nya mungkin di murni. Tapi tetap harus diselesaikan kalau tidak diselesaikan lagi kapan beresnya. pokoknya berapapun yang bisa dibebaskan, sisanya nanti Januari atau Ferbuari,” katanya. (YY)***


Sekilas Info

Honorarium Kegiatan & SPPD Dipangkas

SERANG, (KB).- Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah mengeluarkan surat edaran (SE) efisiensi anggaran 2018. Untuk itu, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *