Minggu, 18 Februari 2018

Terkait Kasus Suap Perizinan Transmart, KPK Panggil Empat Saksi

CILEGON, (KB).- Pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memanggil empat orang sebagai saksi untuk dimintai keterangan dalam penyidikan tindak pidana korupsi dugaan suap terkait pengurusan perizinan pembangunan Mal Transmart di Cilegon. “Empat saksi itu akan diperiksa untuk tersangka Tubagus Donny Sugihmukti,” kata Juru Bicara (Jubir) KPK, Febri Diansyah di Jakarta, Rabu (18/10/2017).

Empat saksi tersebut, antara lain Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Cilegon Mahmudin serta tiga orang dari pihak swasta masing-masing Widyo Praseno, Herman Budi Susilo, dan Yudhi Apriyanto. Dalam penyidikan kasus tersebut, pihak KPK baru saja memperpanjang masa penahanan untuk empat tersangka, yaitu Wali Kota Cilegon nonaktif, Tubagus Iman Ariyadi, Kepala Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Kota Cilegon, Ahmad Dita Prawira, Hendry seorang wiraswasta, dan Project Manager PT Brantas Abipraya, Bayu Dwinanto Utomo. Perpanjang penahanan dilakukan mulai Jumat (13/10/2017) sampai Selasa (21/11/2017).

Pihak KPK saat ini sedang mendalami aliran dana dugaan suap terkait pengurusan perizinan pembangunan Mal Transmart di Cilegon tersebut. “Kami sedang mendalami lebih lanjut terkait dengan informasi aliran dana terkait proses perizinan di sana, secara umum itu yang kami dalami. Selain itu, tentu proses perizinannya juga kami dalami,” ucapnya.

Pihak KPK telah menetapkan Wali Kota Cilegon nonaktif, Tubagus Iman Ariyadi, Kepala Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Kota Cilegon, Ahmad Dita Prawira, dan perantara penerima suap, Hendry dari swasta sebagai tersangka penerima suap. Ketiganya disangkakan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 yang diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Tersangka pemberi suap, adalah Project Manager PT Brantas Abipraya, Bayu Dwinanto Utomo, Direktur Utama PT Krakatau Industrial Estate Cilegon, Tubagus Donny Sugihmukti, dan Legal Manager PT Krakatau Industrial Estate Cilegon, Eka Wandoro. Ketiganya disangkakan Pasal 5 Ayat 1 huruf atau huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP. Dalam OTT terkait kasus tersebut, total pihak KPK mengamankan uang tunai senilai Rp 1,152 miliar, yaitu terdiri dari Rp 800 juta yang berasal dari PT Brantas Abipraya dan Rp 352 juta yang merupakan sisa uang Rp 700 juta yang berasal dari PT KIEC. (HY/Ant)***


Sekilas Info

Puluhan Ribu Warga Cilegon Idap Diabetes

CILEGON, (KB).- Sebanyak 22.996 orang warga Cilegon mengidap penyakit Diabetes Melitus, hal itu berdasarkan data ditahun …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *