Terjebak di Kota Wuxi Cina, Sejumlah Mahasiswa Banten Belum Dievakuasi

Sejumlah mahasiswa Banten saat berada di dalam asrama di Kota Wuxi, Cina. Saat ini mereka masih terjebak di sana selama hampir dua pekan dalam keadaan baik-baik saja, namun persediaan makanan mereka hanya cukup beberapa hari ke depan. Mereka meminta kepada pemerintah untuk segera dievakuasi.*

SERANG, (KB).- Sejumlah mahasiswa asal Banten dilaporkan masih terjebak di Cina, negara dengan penyebaran virus corona yang semakin mengkhawatirkan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, mereka yang masih terjebak di antaranya berasal dari Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Tangerang.

Seorang mahasiswa asal Kota Serang bernama Rifani, dikabarkan masih terjebak di Kota Wuxi, Cina. Kota tersebut merupakan salah satu wilayah penyebaran virus corona yang kian mengkhawatirkan di Negara Tirai Bambu tersebut.

Kedua orangtua Rifani, Herman Rifani dan Nila Aswita meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Serang agar segera mengambil tindakan untuk mengevakuasi anaknya serta mahasiswa lainnya. Sebab, virus corona semakin merebak di sebagian kota di Cina, termasuk di tempat anaknya tinggal.

Sebagai orangtua, mereka merasa cemas dan khawatir terhadap kondisi anaknya dan mahasiswa lainnya di sana. Mereka berharap pemerintah dapat segera mengevakuasi dalam pekan ini. Selain virus corona yang sudah semakin luas penyebarannya, persediaan makanan di sana pun hanya cukup untuk beberapa hari ke depan.

“Kami ingin secepatnya pemerintah mengambil tindakan, evakuasi anak kami dan mahasiswa lainnya. Kami berharap dalam minggu ini sudah bisa dievakuasi. Kasihan mereka, bahan makanan menipis, uang tidak ada, toko dan supermarket tutup. Hanya tinggal mie instan beberapa bungkus, karena tidak ada suplay makanan sama sekali. Terbayang di sana seperti kota mati yang mencekam,” kata Nila Aswita, Ahad (2/2/2020).

Baca Juga : Terancam Virus Corona, Mahasiswa Banten di China Minta Dievakuasi

Berbagai upaya telah dilakukan Nila dan suaminya untuk memulangkan Rifani. Bahkan, pada 28 Januari, pihak kelaurga mencoba untuk memesan tiket pesawat untuk anaknya, namun nihil. “Sudah, kami ingin belikan tiket pesawat pun tidak ada,” ucapnya.

Sudah hampir dua pekan lebih, kata dia, anaknya berada di asrama dan memilih menetap di dalam karena kehabisan masker untuk beraktivitas di luar. Namun, pihak kedutaan Indonesia belum ada yang menghubungi anaknya tersebut.

“Anak saya pun sudah coba untuk terhubung ke kedutaan, dan meminta pertolongan. Jawaban dari sana hanya bilang sabar, tapi sampai sekarang tidak ada kabar baik,” katanya.

Padahal, kata dia, Rifani dan teman-temannya merupakan anak-anak yang membawa nama baik Indonesia, Banten khususnya. Berangkat pada pertengahan 2018 dan dilepas langsung oleh Wali Kota Serang Tb Haerul Jaman. Nila pun meminta pertanggung jawaban dari pemerintah yang telah memberangkatkan anaknya dan mahasiswa lainnya.

“Mereka ini anak-anak berprestasi yang dapat program beasiswa dan pertukaran pelajar. Yang memberangkatkan pemerintah, masa pemerintah tidak bisa inisiatif untuk mengambil jalan baik, dan mengevakuasi mereka. Saya sangat berharap, dalam minggu ini sudah bisa dievakuasi,” ujarnya.

Berusaha memfasilitasi

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Serang Syafrudin akan berupaya untuk menyurati Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dan Pemerintah Pusat untuk memfasilitasi kepulangan para mahasiswa tersebut. Berdasarkan informasi, saat ini ada sekitar enam orang mahasiswa yang berasal dari Kota Serang dan meminta untuk dievakuasi segera. 

“Permintaan mereka ingin segera dievakuasi dan ingin pulang ke Indonesia dalam minggu ini. Memang mintanya minggu ini agar dievakuasi, dan Senin (hari ini) saya akan menulis surat ke provinsi dan pusat, untuk fasilitasi kepulangan mereka. InsyaAllah minggu ini sudah bisa dipulangkan,” tuturnya.

Para mahasiswa, kata dia, ingin dipulangkan ke Indonesia untuk sementara waktu, dan melanjutkan kembali sekolahnya di China apabila kondisi sudah memungkinkan. “Saat ini mereka minta dipulangkan ke Indonesia untuk sementara waktu. Nanti kalau keadaan kondusif, dan virus corona sudah tidak ada, mereka akan kembali lagi ke sana (China),” katanya. 

Informasi terakhir, Rifani dan teman-temannya mendapat bantuan masker dan vitamin dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).

“Masing-masing per orang dapat empat masker dan satu dus kecil vitamin,” kata Rifani kepada Kabar Banten melalui pesan singkat.

Bentuk tim khusus

Sementara itu, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah membentuk tim khusus untuk mengevakuasi atau memulangkan para mahasiswa asal Kabupaten Serang dan Banten umumnya yang tertahan di Tiongkok saat mewabahnya virus Corona. Tim sudah melakukam komunikasi dengan para mahasiswa yang menyatakan ingin pulang ke Indonesia.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang Asep Nugrahajaya menyatakan bahwa, Bupati Serang sudah menugaskan Dindikbud dan Dinas Sosial (Dindos) untuk berkoordinasi dan mengevakuasi para mahasiswa.

“Alhamdulillah kami sudah terhubung dengan beberapa mahasiswa yang tertahan di Tiongkok, mereka dalam keadaan sehat, dan ingin dipulangkan ke Indonesia,” kata Asep dalam siaran pers, Minggu (2/2/2020).

Berdasarkan Informasi dari salah satu mahasiswa, kata Asep, mereka yang tertahan yakni Rifani (Kota Serang), Fadel Ramadhan (Kota Serang), Herawati (Kota Serang), Rio Priyanto (Kota Serang), Syah Abriyatna (Kab. Serang), Kenny Eliezer Jaya (Kota Tangerang Selatan), Muhammad Pajar (Kab. Serang), dan Soelthan Andhara Kelvin (Kab. Tangerang).

“Kami terus berkomunikasi dan melakukan koordinasi,” ujarnya Asep.

Asep mengatakan, Bupati Serang langsung memimpin Tim Khusus, dan telah menugaskan Dinsos Kabupaten Serang untuk juga berkoordinasi dengan Dinsos Provinsi Banten. Kemudian Dindikbud melakukan koordinasi dengan kementerian dan KBRI di Tiongkok.

“Intinya, kami akan melakukan upaya maksimal untuk memulangkan rekan-rekan kita yang tertahan di Tiongkok,” ujarnya.

Sekretaris Dinas Sosial Sri Rahayu mengatakan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan pihak Dinsos Provinsi Banten untuk sama-sama berkoordinasi membantu para mahasiswa.

“Alhamdulillah para mahasiswa dalam keadaan sehat, tetapi berdasarkan komunikasi dengan mereka, stok makanan dan masker sudah menipis,” ujarnya.

Selain Tim Khusus, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah juga meminta bantuan anggota DPR RI, terutama anggota Fraksi Partai Golkar asal Banten, Ade Rossi Khoerunisa dan Haerul Jaman. Kemudian melakukan komunikasi dengan Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Hafid, Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Luar Negeri.

“Ibu Bupati melakukan berbagai jalur koordinasi” ujar Yayu.

Menurut dia, baik Pemkab Serang, Pemprov Banten, maupun pemerintah pusat dipastikan akan melakukan upaya maksimal untuk membantu para mahasiswa asal Indonesia yang tertahan di Tiongkok.

“Kita doakan bersama, semoga mereka dalam keadaan sehat dan bisa kembali ke Tanah Air,” ujarnya. (Rizky Putri/SJ/YY)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here