Selasa, 19 Juni 2018

Terima Limpahan Aset, Dewan Minta Pemkot Serang Selektif

SERANG, (KB).- DPRD Kota Serang meminta, agar Pemerintah Kota (Pemkot) Serang lebih selektif dalam menerima limpahan aset dari Pemkab Serang. Sebab, sebelumnya pada pelimpahan tahap I sempat menerima banyak aset yang tidak jelas nilai dan keberadaannya. “Dalam waktu dekat memang akan ada penyerahan tahap II. Kami minta BPKAD (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah) Kota Serang di bidang aset lebih selektif lagi saat menerima,” kata Ketua DPRD Kota Serang, Namin kepada Kabar Banten, Kamis (8/3/2018).

Meskipun dalam tahap II terus mulur, dia menekanan, agar BPKAD Kota Serang tetap teliti terkait masalah dokumen, terutama masalah aset tetap kepemilikian dan keberadaan aset. Sebab, dari pengalaman sebelumnya, bukan saja sulit, tetapi perlu waktu lama melihat aset yang diserahkan. “Sehingga, kami minta pemkot untuk teliti menerima aset-aset limpahan dari kabupaten,” ujarnya.

Sebelumnya, dia menilai, BPKAD Kota Serang, justru banyak mencatat dan menerima aset-aset yang tidak jelas dokumen dan fisiknya. “Makanya, jadi pusing sendiri, karena aset yang tidak berarti ada dalam catatan dan tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ucapnya. Maka, diharapkan pemkot lebih teliti dan selektif dalam menerima limpahan asetnya.

Dewan menekankan, agar pemkot lebih bersabar dalam menunggu pelimpahan aset-aset yang akan diserahkan Pemkab Serang. Meskipun dalam UUD Nomor 32 Tahun 2007 membatasi pelimpahan hingga 5 tahun, namun dia memaklumi kondisi yang terjadi. “Sebagai anak kepada induk harus bersabar dan jangan tergesa-gesa. Kami juga maklumi, karena mereka belum memiliki pusat pemerintahan. Kota Serang sebagai wilayah pemekaran atau sebagai anak harus banyak memaklumi,” tuturnya.

Ia menilai, belum dilimpahkannya semua aset pemkab ke pemkot selama ini tidak mengganggu pelayanan. Jika masih ada OPD yang belum memiliki kantor, masih dapat menyewa dengan anggaran yang ada. “Kami bisa bersabar, agar pemkab bisa memiliki kantor sendiri. Kalau pemkab sudah memiliki kantor sendiri dan belum juga melimpahkan asetnya baru kami beralasan,” katanya.

Sebagaimana diberitakan, pelimpahan aset dari Pemkab Serang kepada Pemkot Serang hingga kini tak kunjung usai. Berdasarkan UU Nomor 32 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kota Serang, aset seharusnya diserahkan pemkab paling lambat lima tahun sejak Kota Serang didirikan. Kini, Kota Serang sudah hampir menginjak usia 11 tahun.

“Kami sudah beberapa kali memberikan surat ke Pemkab Serang, tetapi tidak ada jawaban. Bahkan, kami juga sudah memberikan surat ke provinsi tetap saja tak ada jawaban. Padahal, dalam UU Nomor 32 Tahun 2007 juga mengamanatkan Pemprov Banten memfasilitasi pelimpahan aset tersebut, apabila sampai lima tahun pelimpahan itu belum juga rampung,” ujar Kepala Bidang Aset pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Serang, Sony August, Rabu (7/3/2018). (TM)***


Sekilas Info

Tim Favoritnya Gagal Lolos ke Piala Dunia, Wagub Banten Alihkan Dukungan untuk Brasil

SERANG, (KB).- Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy kecewa berat tim kesayangannya, Italia, gagal tampil di Piala …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *