Terdampak Polusi PT Dover Chemical Berkali-kali, Warga Kalibaru Minta Direlokasi

CILEGON, (KB).- Warga Lingkungan Kalibaru, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon merelokasi perumahan mereka. Alasannya, lingkungan tersebut tidak lagi cocok untuk ditinggali warga, karena berkali-kali menjadi terdampak polusi Plant B PT Dover, di Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol.

Permintaan tersebut disampaikan warga saat mendatangi Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon, Jumat (1/11/2019). Mereka diterima Ketua Komisi II DPRD Kota Cilegon Fathurohmi dan anggota Komisi II DPRD Kota Cilegon Sanudin.

Seorang warga, Iter mengatakan, jika Lingkungan Kalibaru sudah tidak sehat. Hal tersebut terjadi, karena PT Dover terus-menerus mengeluarkan limbah berbahaya.

“Kami terkena dampak limbah PT Dover berkali-kali. Dulu pernah perusahaan membuang limbah cairan hitam ke kali. Limbah itu kemudian mencemari air tanah, sumur-sumur warga ikut menghitam. Lalu, pernah juga ada ledakan, tapi dari pabrik tidak muncul alarm tanda bahaya. Kemudian, paling parah itu bau menyengat, itu berkali-kali keluar dari pabrik itu,” katanya.

Senada dikatakan Sabar, warga lainnya. Pria yang telah tinggal di Lingkungan Kalibaru sejak 1990 tersebut menuturkan, jika masyarakat lelah berurusan dengan PT Dover.

“Dulu kami hidup tenteram tanpa pernah ada masalah. Tapi, setelah ada Dover, kami terus-menerus didera imbas dari kebocoran pabrik. Entah itu limbah cairnya atau polusi udaranya, itu terlalu berat untuk kami. Makanya, kami minta Pemkot Cilegon, relokasi kami,” ujarnya.

Sementara, warga Kalibaru lainnya Hikmat mengatakan, kebocoran-kebocoran industri telah memakan korban anak-anak dan dewasa. Pria yang rumahnya tepat berada di samping Plant B PT Dover menuturkan, jika 7 anak sekolah pernah dilarikan ke rumah sakit ketika pabrik tersebut, mengalami ledakan dan mengakibatkan terjadinya pencemaran udara.

“Cucu saya juga sampai sakit ketika itu. Saya akui, PT Dover memang bertanggung jawab, cucu saya dilarikan ke rumah sakit oleh pihak perusahaan. Tapi yang kami butuhkan, adalah lingkungan sehat yang layak untuk anak-anak,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Cilegon Fathurohmi mengatakan, telah menerima aspirasi warga Kalibaru. Pihaknya akan serius menangani persoalan tersebut, bahkan akan ditanggapi secara lintas komisi.

“Persoalan ini akan diselesaikan secara lintas komisi, melibatkan Komisi II dan Komisi IV. Dalam waktu dekat kami akan memanggil manajemen PT Dover dan pihak-pihak terkait lain, dalam rangka memperjuangkan keinginan warga Kalibaru,” tuturnya. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here