Terdampak Penertiban di Kalimati, Warga Akan Dapat Dana Kerohiman

Bangunan di Kalimati

SERANG, (KB).- Pemerintah Kabupaten Serang akan memberikan dana kerohiman kepada warga terdampak proyek revitalisasi Kalimati atau Ciujung Lama di dua kecamatan yakni Pontang dan Tirtayasa. Dana tersebut akan diberikan pada anggaran perubahan 2019.

Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa mengatakan, insya Allah warga terdampak (penertiban di Kalimati) akan diberikan dana santunan atau kerohiman. Namun demikian, dana itu bukan dana ganti rugi. “Karena kalau ganti rugi diberikan pada pemilik. Mereka bukan pemilik, mereka menempati lahan negara,” ujarnya kepada Kabar Banten, Kamis (27/6/2019).

Ia mengatakan, untuk besarannya sendiri akan disesuaikan dengan hasil analisis dari tim appraisal. Dana tersebut akan diturunkan pada anggaran perubahan 2019. Disinggung soal progres penertiban, Pandji menjelaskan, saat ini lokasi proyek tersebut sudah dipatok. “Sudah dipatok, ini dalam tempo segera (ditertibkan),” katanya.

Dirinya menargetkan sebelum pertengahan Juli penertiban tersebut sudah selesai dilakukan. Sebab rencana aksi pembangunan akan dilakukan sekitar pertengahan Juli. “Jadi sebelum kontraktor melaksanakan itu harus sudah dilakukan. Anggarannya sudah ada, kan sudah ada pemenang (tendernya),” ucapnya.

Sementara, Kepala Desa Pontang Rudi Rustandi mengatakan, lahan yang sudah dipatok itu berdasarkan gambar dimulai dari Pontang sebelum jembatan sekitar 3,5 kilometer. “Pontang tiga desa Tirtayasa dua desa,” tuturnya.

Rudi menjelaskan, jika melihat patok tersebut tampaknya sudah terukur mana yang akan kena penertiban. Namun demikian, belum ada kepastian karena patok itu adalah batas proyek.

“Jadi ada perbedaan di kegiatan pertama. Kegiatan pertama itu inventarisasi bangunan di bantaran sungai, ternyata hari ini pematokan itu acuannya batas proyek jadi masih belum ada kepastian,” katanya.

Selain itu, iamengatakan, saat ini di masyarakat sudah beredar tentang adanya PP 2018 yang menyatakan bahwa bangunan di bantaran sungai akan dapat santunan atau kerohiman. “Saya juga belum pernah lihat (PP tahun 2018) tapi pejabat selevel camat sudah pernah buat statement itu,” ujarnya.

Disinggung soal pro kontra di masyarakat, Rudi mengungkapkan, untuk saat ini sudah tidak terlalu. Sebab masyarakat mendengar isu uang kerohiman tersebut. “Tinggal ketika menerima uang itu seperti apa teknisnya. Tapi mereka pegangannya di PP itu. Kalau yang saya dengar ketika akan dimulai pekerjaan akan ada sosialisasi terakhir. Mungkin di sana akan dibahas,” tuturnya.

Sebelumnya dikabarkan, jumlah pengguna bantaran Kalimati tersebut ada di tiga kecamatan yakni Pontang, Tirtayasa dan Lebak Wangi. Untuk Pontang ada di enam desa yakni Kelapian (144 kepala keluarga ), Kaserangan (114 KK), Singarajan (90 KK), Pontang (113 KK), Domas (88 KK) dan Wanayasa (97 KK).

Untuk Tirtayasa ada lima desa yakni Samparwadi (59 KK), Kabuyutan (124 KK), Kamanisan (126), Pontanglegon (166), Susukan (245). Kemudian Kecamatan Lebak Wangi ada satu desa yakni Pegandikan (36 KK). (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here