Terdampak Pembangunan Dermaga VII Pelabuhan Merak, Mako Lanal Banten Disarankan Direlokasi

RAPAT koordinasi dan evaluasi perizinan reklamasi pantai PT ASDP Indonesia cabang Merak untuk Dermaga VII, di Lt. 7, Biro Bina Infrastruktur setda Banten, Gedung SKPD Terpadu, di KP3B, Kota Serang, Kamis (1/11/2018) malam.*

SERANG, (KB).- Markas Komando (Mako) Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banten disarankan dipindah ke lokasi yang lebih layak. Hal tersebut karena terdampak pembangunan Dermaga VII Pelabuhan Merak yang dilakukan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) cabang Merak.

Hal tersebut mencuat dalam rapat koordinasi dan evaluasi perizinan reklamasi pantai PT ASDP Indonesia cabang Merak untuk Dermaga VII, di Lt. 7 Kantor SKPD Terpadu, di KP3B, Kota Serang, Kamis (1/11/2018) malam.

Rapat yang difasilitasi Biro Bina Infrastruktur Setda Banten tersebut dihadiri sejumlah pihak, seperti PT ASDP, Mabes TNI AL, Lanal Banten, PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM), dan unsur OPD Pemkot Cilegon dan Pemprov Banten.

“Pertemuan ini untuk menjalin kesepakatan, kira-kira bagaimana solusi terbaik. Dan sebagian besar bahkan seluruhnya unsur yang hadir rapat menyarankan bahwa Lanal Banten sebaiknya direlokasi di tempat yang lebih layak, sehingga bisa melaksanakan tugas pokok dan fungsi sebagaimana mestinya,” kata Komandan Lanal Banten, Kolonel Laut Baroyo Eko Basuki seusai rapat. Menurut Eko, ada beberapa alternatif tempat untuk Mako Lanal Banten yaitu Warnasari dan Bojonegara.

“Di Warnasari, di sana akan dibangun juga Pelabuhan Cilegon. Bisa di sana sekaligus kita melakukan pengamanan. Kemudian di Bojonegara tepatnya belum tahu, ada beberapa lokasi yang bisa jadi area relokasi,” ujar Eko.

Ia menuturkan, relokasi tersebut sebagai opsi solusi jangka panjang. Sementara itu, kata dia, sambil menunggu tempat baru Lanal akan tetap bermarkas di Jl. Yos Sudarso Merak.

“Solusi jangka pendeknya, kami minta kompensasi pergantian aset-aset yang hilang seperti dermaga untuk kapal Lanal bersandar, saluran air. Karena adanya reklamasi ini, air yang harusnya ke laut itu ketutup, sehingga Lanal Banten tidak kebanjiran. Dan banjir ini sudah terjadi,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, beberapa dampak pembangunan Dermaga VII yang berada persis di belakang Mako Lanal Banten tersebut yaitu hilangnya dermaga tempat sandar kapal-kapal Lanal, drainase tertutup, dan efektivitas operasi berkurang.

“Saat ini sandar kapal kita numpang ke dermaga lain. Tentu dari sisi pengamanan aset kurang terjamin karena berada di luar markas. Dan efektivitas operasi berkurang. Dengan rapat ini kita mencari solusi terbaik karena ini proyek nasional yang patut kita dukung, tetapi juga tidak mengabaikan tugas dan fungsi Lanal,” kata Eko.

Menurutnya, PT ASDP saat ini sedang menindaklanjuti terkait solusi jangka pendek tersebut. “Mereka menyiapkan dermaga ganti dan buat saluran drainase. Untuk solusi jangka panjangnya masih dikomunikasikan dengan pimpinannya di pusat,” ucapnya.

Kepala Biro Bina Infrastruktur Setda Banten, Nana Suryana mengatakan, dalam hal ini Pemprov Banten hanya memfasilitasi pertemuan antara beberapa stakeholder terkait pembangunan Dermaga VII Pelabuhan Merak. “Pada prinsipnya semua kita harus dukung, baik kepentingan masyarakat dari sisi militer untuk keamanan laut maupun pelayanan kepelabuhanan,” tutur Nana.

Disinggung mengenai perizinan reklamasi pantai untuk pembangunan Dermaga VII tersebut, menurutnya hal tersebut telah ditempuh PT ASDP. “Perizinan itu kewenangan pusat, keterlibatan daerah dalam hal ini Bappeda Cilegon memberikan kesesuaian tata ruang, begitupun Bappeda provinsi,” tuturnya.

Perwakilan dari PT PCM, Herni Setiawanti mengatakan, saat ini pihaknya menunggu tindak lanjut yang sudah disepakati antara PCM dengan ASDP berkaitan dengan pembebasan lahan milik PCM. “Kita menunggu tindak lanjut dari MoU saja berkaitan dengan transaksi hasil penilaian apraisal. Menurut ASDP masih on progres,” kata Herni.

Sementara, pihak PT ASDP Indonesia Ferry cabang Merak tidak bersedia memberikan statement. Saat diminta tanggapan, General Manajer PT ASDP Indonesia Ferry cabang Merak, Fahmi Alweni yang hadir dalam rapat tersebut mengarahkan wartawan agar mengonfirmasi seorang bernama Antoni dari ASDP Pusat.

Namun, saat dikonfirmasi Antoni enggan memberikan komentar. “Ambil dari hasil rapat saja ya, saya enggak biasa diwawancara,” ucapnya.

Berdasarkan berita acara hasil rapat tersebut, ada beberapa poin. Pertama, pihak PT ASDP akan memberikan kompensasi secepatnya kepada Lanal Banten sesuai kebutuhan jangka pendek agar Lanal Banten berfungsi sebagaimana mestinya.

Kedua, kompensasi sebagaimana dimaksud yaitu dermaga jetty, break water, jembatan penyeberangan orang, saluran drainase, dan menyerahkan lahan hasil reklamasi setelah mendapat persetujuan dari Kementerian BUMN. Ketiga, terkait dengan reklamasi dermaga Lanal Banten, PT ASDP agar mengajukan permohonan penghapusan aset barang milik negara kepada TNI AL. (RI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here