Terdampak Banjir, Ribuan Siswa di Kabupaten Lebak Belajar di Tenda

PESERTA didik jenjang PAUD belajar di posko pengungsian.*

LEBAK, (KB).- Sebanyak 1.253 siswa di daerah terdampak banjir dan longsor di enam Kecamatan Kabupaten Lebak saat ini mulai menempati sejumlah tenda darurat. Kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa di tenda darurat sudah berlangsung sejak Selasa (7/1/2020) lalu.

Kepala bidang Sekolah Dasar (Kabid SD) Dinas pendidikan (Dindikbud) Lebak, Abdul Waseh mengatakan, terdapat 1.253 siswa tersebar di enam kecamatan yang menempati sejumlah tenda darurat. Tenda darurat yang didirikan berjumlah 12 unit, tersebar di Kecamatan Sajira, Sajira Barat, Cipanas dan Lebak Gedong.

“Tenda darurat yang sudah didirikan dan berjalan KBM-nya, yaitu lima unit di Sajira Barat dan Bungur Mekar. Sedangkan tenda darurat lainnya masih dalam proses pembangunan,” kata Abdul Waseh, Jumat (10/1/2020).

Kepala Dindikbud Lebak Wawan Ruswandi menambahkan, siswa yang belajar di tenda darurat merupakan siswa yang gedung sekolahnya hancur dan terbawa hanyut banjir bandang. Banjir bandang mengakibatkan 19 gedung sekolah rusak berat hingga seluruh bangunan tidak bisa digunakan untuk KBM.

“Hancurnya bangunan sekolah itu, siswa tidak dapat melaksanakan KBM seperti biasanya. Sehingga perlu dibangun tenda darurat selama proses pemulihan,” ujarnya.

Menurut dia, siswa yang sekolahnya terdampak bencana alam sebelumnya diliburkan sementara sampai 13 Januari 2020. Namun, karena tenda darurat sebagian sudah berdiri, maka sebagian siswa mulai melaksanakan KBM.

”Kami berharap pekan depan sekolah darurat sudah bisa didirikan supaya anak-anak bisa mengikuti kegiatan belajar,” ucapnya.

Terpisah, Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak Kaprawi mengatakan, bangunan sekolah yang rusak berat diterjang banjir bandang di Lebak itu mencapai sebanyak 19 bangunan, antara lain SMPN 1 Lebak Ggedong, SMPN 2 Lebak Gedong, SMPN 3 Lebak Gedong, dan SMPN 4 Lebak Gedong.

Kemudian, bangunan SDN 1 Banjarsari, SDN 2 Banjarsari, SDN 1 Lebak Situ, SDN Ciladaeun, PAUD TK Raudhatul Hasanah Sajira, TK Ummul Quro, dan TK KB Cahaya Gemilang Kecamatan Curugbitung. Selanjutnya, PAUD Mitra Candikia, KB Alfatah Curugbitung, PAUD Cempaka Curugbitung, dan KB Talaga Warna Cipanas.

”Sebagian besar gedung sekolah yang rusak berat dan hanyut berada di Kecamatan Lebak Gedong,” tutur Kaprawi.

Semua gedung sekolah yang rusak berat sudah dilaporkan ke pemerintah daerah. Masyarakat berharap pemerintah segera membangun sekolah darurat.

”Kita berharap setelah masa tanggap bencana berakhir bisa dibangunkan sekolah darurat agar anak-anak bisa belajar,” katanya. (ND/PG)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here