Selasa, 21 Agustus 2018

Terdakwa Tunda Jadi Tahanan Kota

PANDEGLANG, (KB).- Seorang terdakwa kasus perkara tunjangan daerah guru pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pandeglang, Rika Yusilawati menjadi tahanan kota.

Status peralihan tahanan Rutan menjadi tahanan kota setelah permohonan terdakwa dikabulkan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Serang, Provinsi Banten, Senin (14/5/2018) sekitar pukul 22.00.

Menurut penasihat hukum terdakwa, Mujijatulah, SH dari lawyer Natakusumah and Partner, status klainnya saat ini menjadi tahanan kota. Peralihan menjadi tahanan kota tersebut berdasarkan permohonan yang disampaikan kepada majelis hakim PN Tipikor Serang dalam sidang beragendakan pemeriksaan saksi.

Ia menjelaskan, permohonan peralihan tahanan kota terdakwa telah dikabulkan majelis hakim sesuai salinan petikan penetapan PN Tipikor Serang dalam perkara nomor : 17/Pid.Sus-TPK/2018/PN. Srg. Surat penetapan tersebut ditandatangani Ketua Majelis Hakim PN Tipikor Serang , Efiyanto D, SH.MH dengan hakim anggota Emy Tjahjan, W, SH, M.Hum dan Nofalinda, SH. MH.

“Ya, benar, klain kami telah menjadi tahanan kota. Dalam surat penetapan PN Tipikor Serang menyebutkan peralihan tahanan kota karena terdakwa masih menyusui anaknya,” kata Mujijatulah kepada Kabar Banten, di Kantor Natakusumah and Partner Advocate Pandeglang, Selasa (15/5/2018).

Selain itu, alasan penahanan kota terdakwa sesuai dengan Undang-Undang Nomor 36/2009 tentang kesehatan. Dimana setiap orang yang dengan sengaja menghalangi program pemberian air susu ibu eklusif sesuai dengan pasal 128 ayat (2), peraturan bersama menteri negara pemberdayaan perempuan.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta Menteri Kesehatan No. 48/MEN.PP/XII/2008. PER. 27/MEN/XII /2008 dan No. 177/MENKES/PB /XII/2008 tentang peningkatan pemberian air susu ibu sampai berusia 2 (dua) tahun.

Ia mengatakan, selama menjadi tahanan kota, klainnya tidak akan melarikan diri, tidak akan menyulitkan jalannya pemeriksaan, akan bersikap kooperatif, tidak akan mengulangi perbuatan lagi dan memenuhi jadwal persidangan sesuai yang ditentukan majelis hakim.

“Kami tadi siang menerima salinan penetapan dari PN Tipikor Serang dan sudah berkoordinasi dengan Kejaksaan Pandeglang dalam rangka penetapan majelis hakim terhitung dari penetapan hakim terdakwa sudah berstatus tahanan kota.

Kami mengucapkan terima kasih ke majelis hakim yang sudah mengabulkan permohonan kami. Tentu syarat dan prosedur sesuai dengan KUHAP sudah kami penuhi. Sehingga majelis, dengan segala pertimbangan mengabulkan permohonan tahanan kota,” ujar Mujijatulah.

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari Rutan Pandeglang maupun kejaksaan. Kajari Pandeglang, Nina Kartini dan Kasi Pidsus Feza Reza yang dihubungi melalui telepon genggamnya hingga malam pukul 19.05 WIB, belum bisa dihubungi. (IF/EM)*


Sekilas Info

Warga Adukan Pencemaran Sungai

PANDEGLANG, (KB).- Warga Kampung Ciherang, Desa Cimoyan, Kecamatan Picung, Kabupaten Pandeglang berencana mengadukan pencemaran Sungai Ciherang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *