Rabu, 19 Desember 2018
Tiga terdakwa kasus suap Direktur Utama PT KIEC Tubagus Dony Sugihmukti, Manager Legal PT KIEC Eka Wandoro Dahlan, dan Project Manager PT Brantas Abipraya Bayu Dwinanto saat menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Serang, Jumat (23/2/2018).*

Terbukti Suap Wali Kota Cilegon Nonaktif, Dirut PT KIEC Divonis 3 Tahun Penjara

SERANG, (KB).- Direktur Utama PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC), Tubagus Dony Sugihmukti, divonis pidana tiga tahun penjara. Dony terbukti menyuap Wali Kota Cilegon nonaktif, Tubagus Iman Ariyadi, terkait kasus rekomendasi analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) pembangunan Mal Transmart.

Vonis tersebut dibacakan dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Serang, Jumat (23/2/2018). Selain pidana penjara 3 tahun, Dony juga diganjar denda sebesar Rp 100 juta. Apabila denda tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan. “Memerintahkan terdakwa (Dony) agar tetap berada di dalam tahanan,” ujar Ketua Majelis Hakim Epiyanto saat membacakan amar putusan.

Selain Dony, dua terdakwa lain yakni Manager Legal PT KIEC, Eka Wandoro Dahlan dan Project Manager PT Brantas Abipraya (BA), Bayu Dwinanto Utomo divonis masing-masing pidana penjara selama 20 bulan. Ditambah dengan denda sebesar Rp 50 juta. “Apabila denda tidak dibayar maka diganti dengan kurungan selama 1 bulan,” kata Epiyanto dalam sidang yang dihadiri oleh JPU KPK Ferdian Adi Nugroho.

Perbuatan ketiga terdakwa dinilai telah terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama berdasarkan Pasal 5 ayat 1 huruf a UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah UU RI No. 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. “Sebagaimana dalam alternatif pertama,” ucap Epiyanto.

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan JPU. Sebelumnya, Dony dituntut pidana penjara selama empat tahun dan denda Rp 100 juta subsider tiga bulan kurungan. Sedangkan Eka dan Bayu dituntut pidana penjara selama 2 tahun serta denda masing-masing Rp 50 juta subsider 3 bulan. Dalam pertimbanganya, perbuatan ketiga terdakwa dinilai tidak mendukung program pemerintah yang sedang gencar-gencarnya melakukan pemberantasan korupsi sebagai hal yang memberatkan.

Sedangkan hal yang meringankan ketiga terdakwa bersikap sopan di persidangan. Khusus Eka dan Bayu keduanya dianggap sebagai justice collaborator atau JC yang membantu penyidik dalam mengungkap kasus tersebut. “Terdakwa bekerja sama sebagai justice collaborator atau JC berdasarkan surat pimpinan KPK,” kata Epiyanto. Menanggapi vonis tersebut, Eka dan Bayu menyatakan menerima. Sedangkan Dony menyatakan pikir-pikir. Sedangkan JPU KPK Ferdian juga menyatakan pikir-pikir. “Diberikan waktu selama 7 hari untuk pikir-pikir,” tutur Epiyanto. (FI)***


Sekilas Info

Kelanjutan Pembangunan RSUD Kota Serang Ditanggung Pemkot

SERANG, (KB).- Pembangunan tahap kedua Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Serang diperkirakan tidak akan tercapai …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *