Tempat Hiburan Malam di Kota Cilegon Terus Disorot

Aktivitas tempat hiburan malam di Kota Cilegon telah menjadi sorotan berbagai pihak. Tidak hanya unsur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon, Kepolisian Resor (Polres) Cilegon juga menyikapi serius terkait semakin menjamurnya tempat hiburan malam.

Kapolres Cilegon, AKBP Rizki Agung Prakoso mengatakan, telah memerintahkan para personel mengawasi tempat hiburan malam secara intensif selama tiga hari sejak Kamis (10/1/2019). Pada pengawasan hingga akhir pekan ini, condong terhadap tempat-tempat hiburan malam yang beroperasi melebihi ketentuan.

“Ini bentuk dukungan kami terhadap Pemkot Cilegon. Di mana pada dasarnya, pemkot telah membuat Perda Cilegon Nomor 2 Tahun 2003 untuk membatasi jam operasi tempat hiburan malam. Hanya saja banyak masukan jika banyak tempat hiburan yang sering melanggar,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Jumat (11/1/2019).

Menurut dia, pihaknya bersama unsur Kodim 0623 Cilegon bersifat mendukung agenda Dinas Satpol PP Kota Cilegon. Di sisi lain, keberadaan tempat hiburan malam memang menjadi atensi khusus.

“Tempat-tempat seperti itu kan berpotensi sebagai tempat peredaran minuman keras, juga transaksi narkoba. Kemarin saja kami mendapatkan pasangan pengguna narkoba,” ujarnya.

Ia menuturkan, pada dasarnya tidak memiliki kapasitas untuk melarang beroperasinya tempat hiburan malam. Namun, jika pihak pengelola tempat hiburan malam terus dilanggar, maka pihaknya akan mendorong Pemkot Cilegon untuk bertindak tegas. “Buka si boleh, tapi harus sesuai jam operasional,” ucapnya.

Ia mengatakan, bahwa hal tersebut, sebenarnya bukan kewenangan Polres, pihaknya hanya mendorong Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

”Karena, kami sebagai Koordinator Pengawas Penyidik Pegawai Negeri Sipil (Korwas PPNS), pihak yang memiliki kewenangan terkait pemeriksaan di tempat tertutup, sehingga kegiatan Satpol PP memang harus berkoodinasi dengan kami,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cilegon, Juhadi M Syukur menuturkan, akan terus melakukan monitoring tempat hiburan malam. Jika terdapat temuan pelanggaran saat monitoring, pihaknya akan merekomendasikan penutupan kepada Plt Wali Kota Cilegon, Edi Ariadi. Karena, kewenangan penutupan ada di Plt Wali Kota Cilegon. (Himawan Sutanto)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here