Tempat Hiburan Bermunculan di Sekitar JLS

TEMPAT hiburan di sepanjang Jalan Lingkar Selatan (JLS), kini menjadi bahan perbincangan sejumlah pihak. Bagaimana tidak? Ketika pemerintah meminta, agar tempat hiburan tutup selama Ramadan, di sekitar JLS justru bermunculan. Ramai dibahas, selain semakin marak, upaya pengawasan pemerintah juga tidak begitu jelas. Terlebih menjelang bulan puasa ini, pemerintah sepatutnya memperketat pengawasan tempat hiburan di sepanjang JLS.

Penutupan sementara tempat hiburan memang telah diberlakukanPemkot Cilegon melalui surat edaran nomor 556.322/3111/polpp/2017. “Tapi, tidak untuk tempat hiburan di JLS, sebab wilayah administrasinya masuk Kabupaten Serang,” kata Asda I Setda Pemkot Cilegon, Taufiqurahman Husein, akhir pekan kemarin. Menurut dia, JLS memang sering kali menjadi incaran para pelaku pengusaha tempat hiburan. Sebelumnya, JLS sempat ramai warung remang-remang, di mana pihaknya beberapa kali melakukan penertiban. “Waktu itu, kami bekerja sama dengan Satpol PP Kabupaten Serang,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Kota Cilegon tersebut.

Hanya saja, saat ini tidak lagi berupa gubuk kumuh dilengkapi alat karaoke seadanya, melainkan bangunan-bangunan permanen berupa pub, klub malam hingga diskotik di kiri dan kanan JLS. “Sekarang bangunannya permanen semua,” tuturnya. Ia mengatakan, ingin sekali menindak tempat-tempat hiburan tersebut. Tetapi, Pemkot Cilegon tidak memiliki kewenangan. “Secara kasat mata, itu seperti di wilayah Cilegon. Jadi, masyarakat Cilegon yang datang ke tempat itu. Tapi, secara pemerintahan, itu wilayah Kabupaten Serang, jadi kami tidak bisa apa-apa,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Cilegon, Abdul Ghoffar berharap, tempat-tempat hiburan di sepanjang JLS mendapatkan surat edaran yang sama. Pemkot Cilegon dan Pemkab Serang sepatutnya berkoordinasi terkait hal tersebut. “Tidak ada salahnya pengawasan tempat hiburan di JLS dilakukan secara bersama-sama. Baik itu oleh Pemkot Cilegon maupun Kabupaten Serang, seperti surat edaran dari Pemkot Cilegon, tembuskan saja ke tempat hiburan di JLS. Tentunya atas sepengetahuan Pemkab Serang,” katanya.

Koordinasi tersebut, menurut dia, patut dilakukan kedua belah pihak. Sebab, maraknya tempat hiburan di wilayah tersebut tidak luput dari pembangunan JLS. “JLS dibangun sangat bagus oleh Pemkot Cilegon. Karena bagus, dimanfaatkan para pengusaha tempat hiburan, tapi izinnya ke Kabupaten Serang. Atas dasar inilah, menurut saya, Pemkot Cilegon dan Pemkab Serang harus berkoordinasi terkait pengawasan,” ujar Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut. (Sigit/Job)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here