Minggu, 19 Agustus 2018
Sejumlah pengamat asing asal Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Perancis dan Jerman mengamati jenis burung endemik jawa di Kawasan Taman Hutan Raya Carita, Jumat (20/7/2018).*

Teliti Burung Endemik Jawa, Pengamat Asing Kunjungi Kawasan Tahura Carita

PANDEGLANG, (KB).- Sejumlah pengamat asing asal Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Perancis dan Jerman meneliti jenis burung endemik jawa atau burung langka di Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Carita, Jumat (20/7/2018).

Salah seorang pengamat asal Inggris Lars Edvin Lennart Lander mengatakan, di hutan Carita ini memiliki banyak sekali burung endemik jawa yang menarik perhatian dunia, sehingga wajar hutan ini menarik sejumlah peneliti asing.

”Sebetulnya di Hutan Carita ini ada banyak burung yang belum teridentifikasi. Apalagi di sini banyak burung endemik jawa yang terbang bebas di hutan sangat menarik untuk diamati. Kami menemukan beberapa endemik jawa yang masih hidup bebas di sini, ini menarik untuk diamati,” kata Lars Edvin Lennart Lander pengamat asal Inggris kepada Kabar Banten, seusai melakukan pengamatan burung di Tahura Carita.

Dalam pengamatan tersebut, mereka menemukan banyak jenis burung endemik jawa yang masih hidup. Di antaranya burung hantu jawa (Javan Owlet), Paok Panca Warna Jawa (Javan Bannded Pitta), Tulung Tumpuk (Black Banded Barber), Tepus Pipi Gerak (grey cheeck titi babler) dan Cabak Jawa (Javan Froghhmount).

”Setelah kami berkeliling, kami ingin burung ini bisa dijaga dari aksi pemburu. Karena ini akan menjadi aset berharga, burung juga menjadi pahlawan untuk memakan ulat yang ada di tanaman,” ucapnya.

Seorang pemandu Birdwacthing Indonesia, Roman mengatakan, sejauh ini banyak burung yang ditangkap dan ditembak mati oleh para pemburu yang tidak bertanggung jawab. Para pemburu itu tidak sadar jika burung itu aset, karena mereka lebih melihat kepentingan ekonomis. Karenanya, lanjut Riman, Birdwacthing Indonesia berharap masyarakat sekitar Tahura bisa menjaga populasi burung jawa.

”Sebetulnya burung itu adalah pembasmi hama, seharusnya masyarakat mempertimbangkan satwa itu penyeimbang alam. Indikatornya kehadiran burung bisa menyuburkan hutan. Saya minta masyarakat agar menjaga dan melestarikan alam dan burung endemik yang masih hidup di Tahura,” ucapnya. (Ade Taufik/EM)*


Sekilas Info

RAYAKAN KEMERDEKAAN, TIGA KAMPUNG TERBEBAS DARI “DOLBON”

PANDEGLANG (KB).- Laz Harfa yang bermitra dengan Caritas Australia dan Australian Aid menggelar Deklarasi ODF …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *