Selasa, 20 Februari 2018

Telan Anggaran Hingga Rp 16 Miliar, Perkim Garap Arsitektur Kota Cilegon

CILEGON, (KB).- Postur anggaran pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2018 sebesar Rp 1,99 triliun, secara global bersifat meneruskan agenda pembangunan yang tertunda di 2017. Hanya ada beberapa agenda baru yang akan dilakukan tahun depan, salah satunya pengadaan barang dan jasa pada program arsitektur kota milik Dinas Pertamanan Permukiman (Perkim) Cilegon dengan nilai Rp 16 miliar.

Kepala Dinas Perkim, Ahmad Aziz Setia Ade Putra mengatakan, program arsitektur kota dilakukan dalam rangka penataan wajah Kota Cilegon. Fokus program tersebut, yakni penyempurnaan taman kota di jalur protokol dan Jalan Lingkar Selatan (JLS) serta pengadaan lahan untuk ruang terbuka hijau di Kecamatan Cibeber dan Kecamatan Purwakarta.

“Di 2018 nanti Perkim akan melakukan pengadaan lahan di dua kecamatan untuk kepentingan ruang terbuka hijau. Kalau tidak salah masing-masing anggaran di angka Rp 2 miliar. Sisanya penguatan taman kota, baik di jalur protokol dan JLS,” katanya saat dihubungi Kabar Banten, Ahad (26/11/2017).

Menurut dia, program ruang terbuka hijau masih berkutat pada kegiatan pembebasan lahan. Pihaknya belum mengagendakan kegiatan fisik pembangunan taman. “Tidak ada agenda pembangunan, seperti pembangunan alun-alun di 2017 ini. Ruang terbuka hijau masih sebatas beli lahan, tidak sampai kepada fisik,” ujarnya.

Sementara, pada penguatan taman kota, ucap dia, agenda yang akan dilakukan, adalah penanaman pohon dan bunga taman untuk median jalan di jalur protokol dan JLS. Selain itu, juga pengadaan unit kendaraan siram dan crane pemotong dahan pohon. “Untuk pengadaan kendaraan siram dan crane, kalau tidak salah masing-masing Rp 1 miliar,” tuturnya.

Pembangunan Alun-alun Cilegon, menurut dia, tidak dilanjutkan di 2018. Sementara, anggaran yang dialokasikan untuk Alun-alun Cilegon, tidak lain pemeliharaan dan rekening listrik. “Pembangunan alun-alun memang harus selesai tahun ini. Kalau tahun depan tidak ada lanjutan,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Cilegon, Edi Ariadi mengatakan, pada dasarnya kegiatan pembangunan infrastruktur 2018 bersifat meneruskan agenda 2017, seperti pembebasan lahan untuk proyek JLU, pembebasan lahan untuk proyek Kawasan Pertanian Terpadu, lanjutan pembangunan Sport Center, dan lain-lain. “Tahun depan hanya melanjutkan, hanya sedikit yang baru,” ujarnya.

APBD 2018, ucap dia, diproyeksikan naik dibandingkan 2017. Namun, memang turun dari proyeksi KUA PPAS, karena adanya kebijakan pemerintah pusat. Dana alokasi umum (DAU) dan dana alokasi khusus (DAK) diturunkan dari pemerintah pusat. Artinya, gara-gara kebijakan pusat, jadinya turun dari proyeksi KUA-PPAS. Tetapi, nyatanya tetap naik dibandingkan APBD 2017. (AH)***


Sekilas Info

Warga Persoalkan Pengelolaan Parkir

CILEGON, (KB).- Warga RW 05 Kelurahan Jombang Wetan, Kecamatan Jombang mendatangi Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *