Teknis Penerapan Simral, OPD Pemprov Banten Diminta Proaktif

SERANG, (KB).- Kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di Lingkungan Pemprov Banten diminta proaktif terkait hal teknis pada penerapan sistem informasi manajemen perencanaan, penganggaran, dan pelaporan (Simral). Hal tersebut dikatakan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten, Nandy Mulya S saat acara bimbingan teknis penatausahaan keuangan berbasis Simral, di Aula BPKAD Banten, KP3B, Kota Serang, Selasa (27/2/2018).

Ia menuturkan, Banten satu-satunya pemprov di seluruh Indonesia yang menerapkan Simral. Untuk pemkot/pemkab sudah banyak. Namun, pengelolaannya berbeda antara pemprov dan pemkab/pemkot. “Saat ini bukan ceramah makro, tapi lebih pada detail dan teknis dari masalah-masalah di OPD,” katanya.

Ia menjelaskan, untuk perencanaan dan penganggaran  sudah selesai. Sekarang difokuskan pada penataan keuangan. Pembahasannya berkaitan dengan hal-hal teknis yang terbanyak di masing-masing OPD. “Kenapa demikian? Karena, di masing-masing OPD itu memiliki struktur pengelolaan keuangannya berbeda. Sekarang ini baru masuk penataan keuangan. Belum lagi masalah akuntansi dan laporan keuangan yang dilakukan akhir tahun,” ujarnya.

Ia mencontohkan, di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) yang memiliki 250 SMA/SMK setelah peralihan kewenangan. Kemudian, ada sekolah khusus (SKh), kantor cabang dinas (KCD) dan bidang-bidang. “Ini termasuk rumit, sehingga perlu ada kesiapan SDM yang memiliki pemahaman bagus mengenai masalah sistem ini,” ucapnya. (RI)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here