Tekan Kemiskinan, Lebak Kembangkan 25 Wisata

LEBAK, (KB).- Pihak Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Lebak terus mengembangkan 25 destinasi wisata lokal. Program destinasi wisata tersebut sebagai langkah Pemkab Lebak untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat, juga menekan kemiskinan dan pengangguran.

“Semua potensi destinasi wisata itu memiliki nilai jual untuk mendatangkan wisatawan domestik hingga mancanegara,” kata Sekretaris Dispar Kabupaten Lebak, Imam Rahmayadin, seperti dikutip Republika.co.id, Selasa (24/10/2017). Ia menjelaskan, pemerintah daerah berkomitmen untuk membangun pariwisata untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat, sehingga mampu mengatasi kemiskinan dan pengangguran.

Potensi pariwisata tersebut bisa dikembangkan, karena memiliki daya tarik tersendiri, sehingga bisa mendatangkan wisatawan domestik dan mancanegara. Bahkan, beberapa di antaranya terdapat wisata budaya masyarakat Baduy dan Pantai Sawarna yang mendunia.

Keunggulan destinasi wisata budaya masyarakat Baduy, yaitu hingga kini mereka masih mempertahankan adat leluhur dan menolak kehidupan modern. Bahkan, wisata budaya tersebut banyak dikunjungi para peneliti dari berbagai perguruan tinggi nasional maupun mancanegara.

Sedangkan, wisata Pantai Sawarna sangat cocok untuk bermain selancar, karena karakteristik ombaknya cukup besar, karena secara langsung berhadapan dengan Perairan Samudera Hindia. Selama ini, Pantai Sawarna banyak dikunjungi wisatawan asing. Selain bermain selancar, mereka juga menikmati panorama alam pesisir selatan pesisir Pantai Kabupaten Lebak.

Menurut dia, potensi destinasi wisata lainnya yang lebih menarik, di antaranya wisata alam di Kawasan Hutan Konservasi Taman Nasional Gunung Halimun (TNGHS), daerah aliran sungai (DAS) yang bisa digunakan permainan arum jeram dan pemandian air panas. Begitu juga terdapat peninggalan purba, seperti situs gua serta aneka jenis makanan tradisional yang dikembangkan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM).

Pemerintah daerah juga mengembangkan pusat perbelanjaan di lokasi wisata desa, agar menjadi tulang punggung pendapatan masyarakat. Kawasan wisata desa dapat melahirkan sentra-sentra usaha kerajinan masyarakat, sehingga memberikan nilai tambah kesejahteraan kehidupan mereka. (PG)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here