Senin, 25 Juni 2018

Tekan Angka Kebakaran, PKP Cilegon Sosialisasi Lewat Papan Himbauan

CILEGON, (KB).- Guna mengantisipasi bahaya kebakaran di berbagai wilayah se-Kota Cilegon, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Cilegon memasang papan imbauan dan pengaduan ke setiap Kelurahan yang ada di Kota Cilegon. Papan himbauan dan pengaduan yang terbuat dari besi langsung ditancapkan anggota Damkar di setiap halaman Kantor Kelurahan.

Salah seorang petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Sai (40) kepada awak media, Kamis (11/1/2018) mengatakan, pemasangan papan himbauan dan pengaduan ini dipasang di setiap Kelurahan yang ada di Kota Cilegon. “Ada 43 Kelurahan yang rencananya akan dipasang papan himbauan dan pengaduan ini. Kami berharap ini juga bagian dari sosialisasi dan menekan angka kebakaran yang cukup tinggi,” katanya.

Ia menjelaskan, di papan  berukuran cukup lumayan tersebut tertulis himbauan  dan nomor telepon pengaduan jika ada kejadian kebakaran di wilayah Kelurahan.Sehingga penanganan musibah kebakaran dapat dengan cepat tertangani. “Di papan tersebut tertera nomor telephon pengaduan jika terjadi kebakaran, dan ini nomor pengaduanya 0254 377113 untuk Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota, dan Dinas Kebakaran Merak dengan Nomor 0254 571112,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Nikmatullah mengatakan, papan himbauan tersebut sebagai bagian dari soalisasi dan upaya pencegahan kebakaran,karena berdasarkan data, kasus kebakaran ditahun 2017 cukup meningkat.

“Kasus kebakaran di Kota Cilegon meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya, pada tahun 2016 mulai Januari-Desember terjadi kasus kebakaran sebanyak 37 kejadian dengan rincian 1 orang meninggal, 8 orang luka bakar, 1 orang sesak nafas dan kerugian mencapai Rp 2,239 miliar. Sedangkan tahun 2017 mulai Januari-Desember , tercatat 60 kejadian dengan rincian 1 orang luka bakar, 4 luka ringan akibat pecahan kaca dan kerugian total mencapai hampir 7 miliar,” tuturnya.

Banyaknya kasus kejadian tahun ini, kata mantan Sekretaris Dindik tersebut karena kelalaian, kompor gas, alang-alang dan rokok. Untuk klasifikasi data benda yang hangus, kebanyakan memang alang-alang atau lahan untuk tahun 2016, walaupun ada memang beberapa rumah.

“Sedangkan ditahun 2017 ini, alang-alang dan rumah hampir mendominasi walaupun ada beberapa kejadian di wilayah industry. Kami berharap masyarakat mewaspadai bahaya kebakaran api bisa dating dari mana saja bisa dari bakar sampah, korsleting listrik atau puntung rokok yang dibuang secara sembarangan,” ungkapnya.(HS)***


Sekilas Info

Demi Landmark, Perkim Cilegon Rogoh Rp 96 Juta

DINAS Pertamanan dan Permukiman (Perkim) Cilegon terpaksa harus mengeluarkan anggaran Rp 96 juta untuk perbaikan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *