Tatu Akan Rombak Pejabat Pemkab Serang

SERANG, (KB).- Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah akan merotasi pejabat di Lingkungan Pemkab Serang pada Desember 2018 dan Januari 2019. Sesuai catatan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), rotasi pada Desember ini lebih diutamakan pada pengisian kekosongan jabatan.

“Kan eselon III dan IV serta camat banyak yang kosong. Camat terkait PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) itu yang kami isi. Harusnya Desember ada (rotasi), ngisi yang kosong dulu. Kalau keseluruhan nanti setelah Januari, karena eselon II kebanyakan dua tahunnya di Januari,” katanya.

Ia menuturkan, banyak pejabat eselon II yang tidak memenuhi kriteria untuk dirotasi. Sebab, pejabat tersebut, belum dua tahun menjabat di posisinya saat ini. “Kebanyakan belum dua tahun di posisi dilantiknya kemarin,” ujarnya kepada Kabar Banten, Senin (3/12/2018).

Sementara, Kepala Bidang Pengembangan Karier (Bangrir) pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia BKPSDM (BKPSDM) Kabupaten Serang, Surtaman mengatakan, untuk lelang jabatan dibuka Jumat (30/11/2018) hingga Jumat (14/12/2018).

Lelang jabatan tersebut, dibuka untuk tiga pejabat eselon II yang kosong, yakni staf ahli, Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A), serta Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP). “Tiga jabatan dulu sesuai arahan KASN,” ucapnya.

Ia menuturkan, selain karena arahan KASN, anggaran yang tersedia juga hanya cukup untuk tiga jabatan. Padahal, jika melihat jabatan yang kosong, masih ada dua lagi, yaitu Kepala Dinas Satpol PP dan Asda I. “Cuma buat tiga jabatan anggarannya. Kalau lima dilelang dari mana duitnya,” tuturnya.

Sejak dibuka sampai saat ini sudah ada lima orang yang mengambil formulir. Hanya saja kelima orang tersebut enggan untuk disebutkan namanya. “Karena orangnya minta jangan di-publish ada sekmat dan camat. Kalau sekmat minimal sudah tiga tahun di sekmat. Kabid minimal sudah tiga tahun jadi kabidnya,” katanya.

Ia menjelaskan, pascaditutupnya pendaftaran pada Jumat (14/12/2018) nanti, akan langsung diumumkan siapa saja yang lulus. Setelah itu akan dilakukan assessment bekerja sama dengan Unpad. “Setelah itu penulisan makalah, terus penilaian rekam jejak, terus baru wawancara akhir, dan pleno akhir. Kalau pendaftar hanya tiga orang satu jabatan tidak bisa diproses, minimal empat orang,” ujarnya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here