Tarif Trayek ke Lebak Selatan Naik, Dishub Ancam Cabut Trayek Angkutan ”Nakal”

LEBAK, (KB).- Pihak Dinas perhubungan (Dishub) Lebak segera mengumpulkan para pengusaha angkutan umum (angkum) trayek ke wilayah Lebak Selatan. Hal itu dilakukan menyusul adanya keluhan sejumlah penumpang terkait mahalnya tarif dasar angkutan yang diterapkan oknum ‘kernet’ sebesar 200 persen pada arus mudik dan balik lebaran tahun ini.

”Pasti kita akan segera tindak lanjuti keluhan para penumpang mengenai mahalnya ongkos angkutan ini. Kita akan panggil para pengusaha atau pengurus angkutan trayek jurusan ke wilayah Lebak Selatan,” kata Koordinator Terminal (Korter) Penumpang Tipe A Kaduagung Dinas Perhubungan (Dishub) Lebak, Lina Herlina, Selasa (20/6/2017).

Menurut dia, jika benar di lapangan ada oknum kernet menaikkan tarif dasar angkutan hingga sebesar 200 persen, maka itu menyalahi ketentuan dan sangat merugikan para penumpang. Oleh karena itu, pihaknya pun akan memberikan sanksi tegas kepada oknum tersebut, dengan cara mencabut izin trayek angkutannya.
”Kita perlu kroscek dulu ke lapangan seperti apa, jika benar terjadi dan setelah dilakukan pembinaan tetap terjadi kasus seperti itu. Maka kita akan bertindak tegas,” ujarnya.

melakukan tindakan

Ia menjelaskan, sesuai ketentuan tarif dasar angkutan jurusan Rangkasbitung-Bayah sebesar Rp 60.000. Jika pun para sopir pada arus mudik dan balik lebaran ini akan menaikkan tarif dasar angkutan, maka kenaikannya tidak boleh lebih dari 20 persen.”Tidak boleh menaikkan tarif lebih dari 20 persen, apalagi sampai 200 persen seperti itu,” tuturnya.

Pihaknya juga mengimbau penumpang yang merasa dirugikan agar melaporkan atau menyampaikan langsung keluhannya tersebut ke petugas Dishub yang ada di terminal dengan mencatat nomor polisi angkutan yang bersangkutan. Hal itu untuk memudahkan pihaknya dalam melakukan tindakan kepada oknum ‘kernet’ tersebut. ”Laporkan kepada petugas, catat nomor kendaraannya biar kami bisa langsung bertindak,” katanya. (H-38)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here