Tarif Listrik Terus Merangkak Naik, Mahasiswa Demo PLN

SERANG, (KB).- Kantor PLN Banten Utara, Kota Serang didemo oleh sejumlah aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Banten, Selasa (20/6/2017). Dalam aksi, mereka menyerukan tarif dasar listrik (TDL) yang setiap bulannya terus merangkak naik. Ketua DPD IMM Banten, M Asep Rahmatullah mengatakan, kenaikan TDL dikeluhkan oleh banyak kalangan. Masyarakat yang mengeluhkan banyak dari kalangan bawah. Karena kurang sosialisasi, kenaikan rata-ratanya dirasakan saat masyarakat harus mengeluarkan biaya pembayaran berbeda dari biasanya. “Kami menolak kenaikan tarif dasar listrik,” katanya kepada Kabar Banten, Selasa (20/6/2017).

Kebijakan kenaikan TDL oleh pemerintah pusat telah membebani kalangan masyarakat. Kenaikan tidak hanya dirasakan kalangan mampu, tapi juga kalangan menengah ke bawah. Karena, masyarakat yang memasang daya 900 VA yang notabene masyarakat menengah ke bawah juga banyak mengeluh. “Kami sekali lagi tegas menolak kenaikan TDL 900 VA,” ujarnya.  Menurut dia, kenaikan TDL menambah beban rakyat menjelang Idulfitri. Saat ini masyarakat banyak dibebankan oleh kebutuhan hidup yang meroket, dari mulai harga sembako sampai tarif angkutan. “Menjelang Idulfitri beban kebutuhan masyarakat Banten semakin bertambah. Banyak warga yang tidak mampu menjangkaunya,” ucapnya.

Berdasarkan hasil kajian pihaknya, kebijakan menaikkan TDL tidak menjadi solusi meringankan beban masyarakat miskin. Faktanya, banyak warga miskin yang terkena dampak dan semakin dirugikan. “Kebijakan ini sangat tidak tepat, banyak warga yang dirugikan,” tuturnya.  Koordinator Lapangan, Fahruroji mengatakan, listirik menjadi kebutuhan dasar bagi kehidupan masyarakat. Biaya listrik yang melambung semakin memperbanyak beban masyarakat. “Listrik sebagai kebutuhan mendasar terus mengalami kenaikan,” katanya.

Menanggapi hal itu, Humas PLN Banten Utara, Puja mengatakan, kenaikan TDL menjadi kebijakan pemerintahan pusat. Pihaknya tidak dapat mengganggu gugat kebijakan tersebut. “Itu (kenaikan TDL) kan kebijakan pusat, kami di sini di daerah tidak punya kewenangan untuk menaikkan dan menurunkan TDL,” ujarnya. Ia membantah jika subsidi listrik dicabut, kata dia, yang dilakukan oleh pemerintah pusat yaitu menertibkan subsidi. Penertiban ini didasarkan hasil temuan tentang banyaknya subsidi yang tidak tepat sasaran. “Tidak ada pencabutan subsidi listrik, yang ada hanyalah menertibkan subsidi,” katanya. (H-51)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here