Tarif Kapal Naik, Pengguna Jasa Penyeberangan Menjerit

pelabuhan merak banten

PENGGUNA jasa penyeberangan Pelabuhan Merak-Bakauheni, “menjerit”. Mereka mengaku keberatan jika harga tarif penyeberangan naik. Sebab, naiknya ongkos penyeberaangan sangat membebani para penumpang. Diketahui, Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan berencana untuk melakukan penyesuaian tarif penyeberangan, yang rencananya akan diberlakukan 15 Mei 2017. Penyesuaian tarif tersebut diberlakukan untuk seluruh pelabuhan penyeberangan di Indonesia, yang mengacu pada biaya yang dikeluarkan oleh para pengusaha kapal.

Seorang penumpang pejalan kaki, Iska Dwi meminta agar kenaikan tarif penyeberangan tersebut harus disesuaikan juga dengan pelayanan yang diberikan di atas kapal. Hal yang paling krusial yakni jadwal penyeberangan yang dipercepat, serta perbaikan sarana umum di kapal. “Jika naik cuma Rp 2.000 tidak begitu masalah, tapi pelayanan seperti kebersihan, waktu berlayar dan keramahan kru kapal itu perlu ditingkatkan,” ujarnya. Sopir truk ekspedisi Kery Setiawan mengatakan kenaikan tarif penyeberangan yang mencapai sekitar 14 persen dianggap memberatkan bagi pengemudi truk sepertinya. Oleh karena itu, ia keberatan dengan adanya kenaikan tarif penyeberangan tersebut.

“Ongkos kapal naik kan akan menaikkan ongkos jalan juga. Tapi kami kan hanya membawakan barang saja, orang yang barangnya kami muat belum tentu mau nambah ongkos jalannya,” katanya. Apalagi, kata dia, jika pengusaha tidak menaikkan ongkos jalan kepada mereka, maka tentu saja kenaikan tarif penyeberangan itu memberatkan bagi mereka. Terlebih lagi, pemerintah pusat juga sebelumnya sudah menaikkan tarif dasar listrik. “Apa-apa naik sekarang, kami hiduonya semakin berat. Kalau bisa jangan naik dulu lah,” katanya.

Sementara itu, Humas PT ASDP Indonesia Ferry Cabang merak Mario S Oetomo mengatakan penyesuaian tarif penyeberangan tersebut ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan. Karena itu, pihaknya harus mengikuti kebijakan yang telah ditetapkan, namun PT ASDP pun menjanjikan adanya peningkatan pelayanan. “Kenaikan tarif itu keputusan Kementerian, kami hanya bisa mengikuti saja. Tapi kami pastikan akan ada peningkatan pelayanan di atas kapal, termasuk peningkatan jadwal penyeberangan,” ucap Mario. (Yandri Adiyanda/”KB”)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here