Tarif Angkutan Umum Meroket 2 Kali Lipat

LEBAK,(KB).- Sejumlah warga mengeluhkan kenaikan tarif Angkutan umum (angkum) jurusan Rangkasbitung–Malingping–Bayah yang dibebankan pada penumpang sejak seminggu menjelang hari raya Idul Fitri. Hal ini beralasan karena tarif angkum ke wilayah tersebut meroket hingga dua kali lipat dari tarif normal pada Hari-Hari biasa yakni Rp 50 ribu. Menurut informasi, tarif angkutan umum jurusan Rangkasbitung – Malingping – Bayah mulai mengalami kenaikan hingga seratus persen.

Penumpang atau para pemudik dikenakan tarif Rp.100 ribu hingga Rp.150 ribu per orang. Tarif pada hari-hari biasa tarifnya hanya sebesar Rp 50 ribu. Kenaikan tarif sepihak tersebut, tentu saja sangat memberatkan bagi warga yang hendak mudik karena sangat tidak wajar. Sanuri seorang penumpang yang hendak mudik ke Bayah mengaku, dimintai ongkos Rp.100 ribu oleh kernet angkum jenis Elf.
“Saya kaget, oleh kernet harus bayar Rp.100 ribu. Karena, ongkos yang biasa cuma Rp.50 ribu, kok ini naiknya dua kali lipat,” kata Sanuri saat ditemui Kabar Banten di terminal Bayah, Minggu (18/6/2017)

Dikatakannya, bukan hanya dirinya yang diminta tarif sebesar itu (Rp.100 ribu-red), tetapi, semua penumpang yang naik di angkum elf tersebut. Sempat terjadi cekcok mulut antara penumpang dan kernet karena keberatan dengan kenaikan ongkos tersebut. Tetapi, sang kernet mengancam akan menurunkan seluruh penumpang bukan pada tujuanya. “Kami (penumpang-red) sempat protes sama si kernet, tetapi dia (kernet) malah balik mengancam akan menurunkan kami tengah jalan,” ucapnya.

Sapri penumpang lain yang hendak mudik ke Cikotok nasibnya lebih parah lagi. Pemuda yang mengaku kerja di Kota Tangerang itu dimintai ongkos sebesar Rp.150 ribu. “Meskipun terasa sangat berat, kami penumpang jurusan Cikotok terpaksa mengalah dan membayar tarif sesuai permintaan kernet. Dari pada kami diturunkan ditengah jalan, “ujarnya. Menurut beberapa warga Malingping yang berhasil dihubungi Kabar Banten, kenaikan tarif seenaknya biasa terjadi pada arus mudik maupun balik pada setiap hari raya Idul Fitri sejak beberapa tahun lalu. Salah seorang warga Malingping, Aman, menyatakan, kenaikan tarif sepihak terjadi pada setiap lebaran dikenakan awak angkum, terutama jenis Elf. Sangat mencekik leher karena bisa mencapai 100 hingga 200 persen dari tarif normal.

“Lebaran kemarin saja naik tidak sedikit penumpang yang cekcok dengan kernet lantaran dimintai ongkos dengan kenaikan tarif tidak wajar. Ini kan jelas memberatkan, namun anehnya hal ini biasa terjadi dari tahun ketahun disetiap arus mudik maupun balik lebaran,” kata Aman. Ia berharap, pihak berkompeten dalam hal Dishub baik kabupaten maupun provinsi melakukan langkah antisipasi agar para penumpang tidak dirugikan.

Menurunkan Tim Terpadu

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten, Revri Aroes mengatakan, pihaknya tidak akan tinggal diam menyikapi hal tersebut, bahkan, Ia berjanji, akan mengambil langkah tegas terhadap angkum yang seenaknya menaikan tarif tanpa aturan “Kaikan tarif yang diperbolehkan hanya sebesar 30 persen, jika ada angkutan umum yang melebihi ketentuan, maka pihaknya akan memberikan sanksi berupa penghentian oprasi. Tentu Kami akan kendalikan,”katanya.

Menurutnya beberapa upaya pengendalian yang akan dilakukan pihaknya diantaranya dengan menurunkan tim terpadu untuk memantau kenaikan tarif ongkos. Bagi siapa saja yang dikenakan tarif melebihi ketentuan dipersilahkan melaporkannya kepada Dishub maupun kepolisian dengan mencatat plat nomor, warna mobil, nama sopir dan nama kernet.

Bupati Lebak Hj Iti Oktavia Jayabaya, bersama wakil bupati Ade Sumardi meninjau uji kelaikan kendaraan Bus angkutan lebaran di Terminal Mandala, Kaduagung, Cibadak, Senin (19/6/2017). Pemerintah wajib memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dengan memastikan angkutan laik jalan,” kata Bupati Iti Octavia Jayabaya. Selain ingin memastikan langsungangkutan Lebaran laik beroperasi, Bupati juga menekankan kepada bus untuk tidak menaikkan tarif seenaknya. “Jangan sampai merugikan pemudik,” tegasnya. (H-34)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here