Target Retribusi Terancam tak Tercapai, Pelayanan KIR di Kabupaten Serang Dihentikan Sementara

SERANG, (KB).- Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Serang menghentikan sementara pelayanan uji KIR di Kabupaten Serang selama pandemi Coronavirus Disease (Covid 19) terhitung sejak 23 Maret 2020. Dengan dihentikannya pelayanan uji KIR tersebut, target retribusi senilai Rp 1,3 miliar terancam tak tercapai.

Kepala Dishub Kabupaten Serang Hedi Tahap mengatakan, penghentian pelayanan uji KIR dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Sebab antara petugas uji KIR dengan pemilik kendaraan melakukan interaksi langsung.

“Untuk sementara uji KIR dihentikan dulu, untuk menghindari penyebaran Covid-19,” ujarnya belum lama ini.

Ia menuturkan, target retribusi dari pelayanan uji KIR tahun ini sebesar Rp 1,3 miliar dan sampai dengan akhir Maret sudah terealisasi Rp 300 juta. Jika pelayanan tidak kembali dibuka, ia khawatir target tersebut tidak akan tercapai.

“Makanya, kalau pelayanan uji KIR tidak dibuka lagi kita khawatir targetnya tidak tercapai. Dalam setahun kita bisa melakukan pengujian sampai 9.000 kendaraan. Tidak hanya kendaraan dari kabupaten saja tapi juga dari luar daerah,” tuturnya.

Hedi menjelaskan, pihaknya sedang mengusulkan pengadaan alat pelindung diri (APD) agar pelayanan uji KIR bisa dibuka kembali.

“Dari pelayanan uji KIR itu kan ada retribusi yang masuk ke pemerintah daerah, kalau pelayanan ini dihentikan sayang juga. Makanya, saya sedang mengajukan pengadaan APD untuk petugas yang melakukan pengujian agar keamannya terjamin,” katanya.

Sementara, petugas uji KIR Dishub Kabupaten Serang Sutrisno mengatakan, penghentian pelayanan uji KIR tidak hanya di Kabupaten Serang tapi semua daerah di Provinsi Banten.

“Hampir semua daerah menghentikan uji KIR. Soalnya kan kita tidak tahu sopir yang bawa mobil ke sini (tempat pengujian KIR) habis dari mana saja. Kalau ada APD sih kita sanggup memberikan pelayanan,” ujarnya.

Ia mengatakan, uji KIR kendaraan oleh pemiliknya sangat penting untuk mengetahui kondisi kendaraan apakah layak jalan atau tidak.

“Biasanya kalau ada komponen yang rusak kita sarankan untuk diperbaiki dulu, setelah itu kendaraan dibawa lagi ke sini untuk di periksa. Biasanya sehari kita meriksa 70 sampai 80 kendaraan, tapi sejak 23 Maret tidak ada pelayanan. Uji KIR satu tahun dua kali, yang paling penting terutama mobil angkutan. Kalau besaran biaya uji KIR ada rumusnya,” ucapnya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here