Target Retribusi Sampah tak Tercapai, DLH Kota Serang Keluhkan Jumlah Armada

Sejumlah Petugas membersihkan sampah yang berada di salah satu kali di Kota Serang.*

SERANG, (KB).- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang mengeluhkan minimnya jumlah armada pengangkut sampah. Hal itu karena kurangnya jumlah armada pengangkut, yang diklaim menjadi salah satu faktor tidak tercapainya target retribusi sampah.

Kepala DLH Kota Serang Ipiyanto mengatakan, retribusi dihasilkan dari pelayanan yang diberikan. Namun jika pelayanan yang diberikan tidak maksimal, maka retribusi pun tidak bisa diharapkan maksimal.

“Kalau target retribusi belum tercapai, kalau kendalanya ya kembali lagi kepada pelayanan yang kita berikan kepada masyarakat,” kata Ipiyanto kepada wartawan, Ahad (29/12/2019).

Pelayanan dalam retribusi sampah, ucap dia, seperti kemampuan angkut armada yang dimiliki. Saat ini, DLH Kota Serang hanya memiliki 21 unit truk angkut dan 8 unit ambrol. Kemudian, di akhir tahun 2019 ini terdapat penambahan armada sebanyak 6 unit, yang bisa digunakan pada tahun 2020 mendatang. Sedangkan jumlah sampah yang harus diangkut setiap harinya sebanyak 1.623 kubik.

“Idealnya dari masalah kubikasi sampah diperkirakan 1.623 kubik, jika kapasitas truk 6 kubik berarti butuh 276 armada. Kalau sehari tiga kali pengangkutan butuh 90 armada. Sekarang kalau kita armada 29 dengan pengangkutan 3 kali sampah yang terangkut hanya 522 kubik,” tuturnya.

Selain itu, ujar dia, faktor lain yang mempengaruhi tidak tercapainya retribusi sampah, yaitu kesadaran masyarakat untuk membayar retribusi. Padahal, setiap bulannya retribusi untuk kebersihan hanya Rp 5.000, tetapi masih ada masyarakat yang berpikir mahal.

“Faktor yang paling penting tingkat kesadaran masyarakat itu sendiri. Karena masyarakat masih berpikir mahal,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Subadri Usuludin mengatakan, meskipun beberapa OPD tidak mencapai target retribusi, namun tidak akan diberikan punishment. Hal itu karena masing-masing OPD dinilai sudah melakukan upaya maksimal.

“Gak lah, buktinya mereka sudah upaya ada kemajuan juga, masa iya sudah ada upaya kita tidak menghargai,” tuturnya.

Meski demikian, ia menyatakan Pemkot Serang berkomitmen untuk terus berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan sekaligus menyelesaikan masalah kebersihan dalam rangka menyukseskan program zero waste. (Masykur/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here