Target Pengerjaan JLU Kota Cilegon Dipastikan Mundur

CILEGON, (KB).- Proses pekerjaan salah satu proyek yang digadang-gadang menjadi pekerjaan besar yakni Jalan Lingkar Utara dipastikan terancam mundur dari schedule tahapan. Hal ini terungkap disela-sela sosialisasi pembebasan lahan dilakukan oleh Badan Pertanahan Nasional Kota Cilegon di Kelurahan Kedaleman Kec.Cibeber, Kamis, (12/10/2017).

Kepala BPN Kota Cilegon Kris Joko Sriyanto mengatakan, sebelum melakukan pekerjaan serta pembebasan lahan,terlebih dahulu harus ada sosialisasi. “Tujuan sosialisasi ini selain bagian dari proses adalah untuk memberitahukan rencana identifikasi dan inventarisasi tanah oleh panitia kepada masyarakat.Karena sampai dengan saat ini belum dijadwal kapan pengerjaanya dan juga prosesnya belum ada,” katanya.

Menurutnya,apabila tidak mengikuti proses maka  ada sebuah pertanyaan, apa yang terjadi selanjutnya dipastikan tahapan tidak sesuai dengan prosedur. Dalam pengerjaan JLU,ada 8 Kelurahan dan 4 Kecamatan yang bakal dilewati. “Mengenai harga tanah permeter,itu belum sampai ke arah sana.Kami hanya menyampaikan sosialisasi mengenai batas tanah yang terkena JLU berapa,batasnya dimana saja, pemiliknya siapa, rumahnya akan diverifikasi luasnya berapa,bangunan dan lainnya. Untuk rangkaian sosialisasi sampai pembebasan lahan dijadwalkan sampai Mei 2018,” ujarnya.

Lurah Kedaleman Juhari menyatakan,untuk wilayah kedaleman sendiri JLU akan melintas sekitar 5100 meter.Untuk pemiliknya ada yang dari swasta maupun pemerintah. “Untuk 1 orang mempunyai 2 bidang tanah atas nama yang sama,sedangkan beberapa bagian lagi memang milik pemerintah. Wilayah kami yang dilalui JLU hanya sedikit,memang dari titik nol ada di kami,”tuturnya.

Sementara itu pernyataan yang berbeda dikemukakan oleh Kepala Dinas PUTR Nana Sulaksana yang mengatakan, saat ini pihaknya sedang membuat peta bidang dan siap melakukan apraisal.Yang artinya target pengerjaan pembangunan JLU bisa dilakukan awal tahun 2018. Menurutnya, usai peta bidang selesai tim penilai akan melakukan penilaian tanah.

“Saat ini kami tengah melakukan pendataan, lalu selanjutnya membuat peta bidang. Nanti untuk apraisal tim penilai akan terjun ke lapangan, Insya Allah November ini sudah keliatan.Bahkan pembangunan JLU, sudah melakukan beberapa kajian, dan awal 2018 sudah bisa dilaksanakan. Dari luas 25,2 hektare lahan untuk JLU, umumnya tidak ada pergeseran lokasi. Tapi yang urgent itu di daerah Purwakarta karena di sana ada sutet dan makam,dan tentunya akan digeser,”ungkapnya. (HS)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here