Sabtu, 23 Februari 2019

Target Pajak Galian C Turun Drastis

SERANG, (KB).- Target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak galian C di APBD Perubahan 2017 Kabupaten Serang turun drastis, dari target sekitar 18 miliar turun menjadi sekitar Rp 8,4 miliar. Penurunan tersebut dari pajak pasir laut yang sudah tidak ada kegiatan lagi.  Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Serang, Mansur mengatakan, di APBD Murni pajak galian C total sekitar Rp 8 miliar, di APBD Perubahan turun drastis, karena pajak pasir laut ditiadakan, sebab sudah tidak ada potensi.

“Pajak pasir laut itu targetnya di murni sekitar Rp 11 miliat, tapi sekarang potensi pajak pasir laut sudah gak ada dan awal tahun memang hanya ada satu perusahaan yang menambang pasir laut itu sampai sekitar Maret-April dan realisasi pajaknya hanya sekitar Rp 1,4 miliar, dari target Rp 11 miliar di murni, oleh karena itu di perubahan targetnya diturunkan,” katanya kepada Kabar Banten, Ahad (3/9/2017).

Ia menuturkan, pihaknya memaklumi penurunan target pajak tersebut, karena tidak ada potensi lagi. “Kalau seperti ini alasannya rasional, karena memang waktu kami menentukan target juga sudah diprediksi akan adanya penurunan dibandingkan dengan 2016 kan target pajak galian C mencapai sekitar Rp 26 miliar dan target pajak pasir laut sekitar Rp 20 miliar dan di 2017 diturunkan lagi targetnya,” ujarnya.

Menurut dia, target pajak pasir laut memang sifatnya spekulasi, karena belum kelihatan potensi 2017. “Benar saja kan, di 2017 kami targetkan Rp 11 miiar saja tidak tercapai, jadi diperubahan pajak pasir laut hanya Rp 1,4 miliar dan sudah terealisasi, karena gak ada lagi potensinya ya segitu targetnya,” ucapnya.
Untuk target galian C lainnya, dia melanjutkan, di target pajak batu andesit sekitar Rp 6,5 miliar, di murni dan perubahan sama targetnya. “Kalau target tanah urukan itu sangat kecil hanya sekitar Rp 150 juta, sebenarnya potensinya menurut kami banyak, tapi di lapangan susudah didorongnya, karena rata-rata tidak ada izinnya,” tuturnya.

Meskipun pajak pasir laut ditiadakan dan target pajak galian C menurun drastis, namun hal tersebut tidak mengganggu potensi pendapatan, karena ada potensi pajak yang lain yang ditingkatkan targetnya, di antaranya pajak penerangan jalan tadinya Rp 107 juta menjadi 133 juta, pajak bea perolehan hak atas tanah dan bangunan dari sekitar Rp 70 miliar menjadi Rp 75 miliar. “Selain itu, ada potensi pajak lainnya yang juga ditingkatkan. Jadi, meskipun pajak pasir laut menurun drastis, secara keseluruhan PAD di APBD Perubahan tetap bertambah sekitar Rp 7,8 miliar, sehingga PAD tetap bisa tertutupi potensi pajak lainnya,” katanya.

Kepala Bidang Pajak Daerah lainnya, Agus Herlambang menuturkan, pajak pasir laut memang menjadi penyumbang paling besar di pajak galian C, targetnya mencapai sekitar Rp 11,3 miliar. Namun, sekarang potensinya tidak ada, sehingga turun targetnya. “Jadi, ini terjun bebas target pajak galian C-nya, potensinya memang tidak ada. Tapi, saat pembahasan target pajak dengan pihak dewan juga mencari alternatif lain untuk menutupi penurunan target tersebut,” ujarnya. (H-40)***


Sekilas Info

Pendaftar Seleksi Calon Anggota Komisi Informasi Banten Membeludak

SERANG, (KB).- Pendaftar seleksi calon Anggota Komisi Informasi (KI) Provinsi Banten periode 2019-2023 membeludak. Sampai …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *