Target 4,25 Triliun, Realisasi Investasi per Agustus Capai 80 Persen

SERANG, (KB).- Realisasi investasi di Kota Serang hingga Agustus 2019 mencapai 80 persen dari target Rp 4,25 triliun. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Serang optimistis target tersebut bisa tercapai di akhir tahun nanti.

“Insya Allah (tercapai). Tahun 2019 itu kami ditarget 4,25 triliun. Kami sudah mencapai 80 persen dari target. Karena ini masih pertengahan bulan Agustus insya Allah bisa tercapai nanti,” kata Kepala Bidang Penanaman Modal pada DPMPTSP Kota Serang Diki Baihiqi disela investor gathering di Le Dian Hotel, Kota Serang, Selasa (20/8/2019).

Ia mengungkapkan, realisasi investasi pada tahun 2018 mencapai angka Rp 5,2 triliun. Jumlah tersebut melebihi target sebesar Rp 3,75 triliun. Diki yakin pada 2019 ini pihaknya bisa kembali melampaui terget investasi tahun 2019.

Sementara itu, untuk target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 3,25 miliar yang diyakini akan tercapai 100 persen. Hal itu karena adanya revisi terkait peraturan tentang nilai retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sesuai dengan Peraturan Wali Kota nomor 2 tahun 2019.

“Kami yakin target PAD dari IMB bisa tercapai, tarif IMB sebelumnya Rp 5.000 permeter sudah dikeluarkan revisi dan sudah dikeluarkan Perwalnya. Kemungkinan permeter Rp 15.000,” ucapnya.

Saat ini, ujar dia, pengusaha perumahan di Kota Serang sebanyak 30 orang yang sudah berinvestasi dan 10 pengusaha pergudangan. Sektor perumahaan menjadi tujuan investasi yang pertumbuhannya sangat pesat di Kota Serang.

“Pertumbuhannya untuk perumahan sangat pesat sekali karena untuk perumahan menjadi primadona,” ujarnya.

Wali kota Serang Syafrudin mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk bisa menarik investor masuk ke Kota Serang. Salah satunya melalui kegiatan gathering tersebut dan mempermudah investasi di Kota Serang melalui pelayanan.

“Makanya kalau pengusaha yang sekarang ini tidak ada keluhan. Malah Kota Serang ini salah satu kota yang bisa memberikan kontribusi terutama para pengusaha perumahan, sehingga para pengusaha perumahan di sini laku keras,” katanya.

Meski begitu, dari sisi infrastruktur dianggap masih terlalu sempit dan permasalahan trayek transportasi yang masuk ke perumahan.

“Dari infrastruktur akan kami tingkatkan dan dari transportasi akan kami arahkan Dishub untuk bisa ada trayek ke perumahan,” ujarnya. (Masykur/RI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here