Tangsel Target Peredaran Narkoba, 79 Kg Ganja Siap Edar Diamankan Polisi

Anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Ciputat saat Memegang barang bukti jenis ganja puluhan kilogram.*

TANGERANG, (KB).- Ganja siap edar seberat 79 kilogram (Kg) berhasil disita Kepolisian Sektor (Polsek) Ciputat di dalam ban mobil pada sebuah gudang penyimpanan di wilayah Kota Sukabumi, Jawa Barat. Dan rencananya akan diedarkan di Tangsel.

Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan menjelaskan, selain barang bukti ganja, pihaknya juga berhasil meringkus lima orang pengedar, dari lokasi yang berbeda. Mereka adalah EP, DIM, US, BM, dan NAF.

Dikatakan, penyitaan puluhan ganja itu bermula dari penangkapan tersangka EP saat mengedarkan barang haram tersebut di wilayah Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

“Saat ditangkap ada ganja satu bungkus di badannya. Setelah diinterogasi, ia (EP) mengaku masih ada ganja yang belum dijual di rumahnya, wilayah Pamulang. Akhirnya kita amankan barang bukti itu,” ucap Ferdy, Selasa (11/2/2020).

Menurut dia, saat diinterogasi kembali, tersangka EP akhirnya mengaku bahwa barang haram tersebut diperoleh dari wilayah Kota Sukabumi. Atas informasi itu, Jajaran Reskrim Polsek Ciputat pun mengarah ke Kota Sukabumi untuk melakukan penggrebekkan.

“Kita menemukan sebuah bengkel yang dicurigai digunakan sebagai gudang penyimpanan yang akhirnya kita gerebek,” imbuhnya.

Saat penggerebekkan itu, kata Ferdy, jajarannya pun berhasil mengamankan empat tersangka lain, yakni DIM, US, BM dan NAF.

“Selain itu juga ditemukan 79 kilogram yang disimpan di dalam ban mobil,” tutur Ferdy.

Kapolsek Ciputat Kompol Endy Mahandika mengungkapkan selain wilayah Jakarta, Kota Tangsel juga menjadi salah satu wilayah tujuan pengedaran.

“Ganja ini akan diedarkan ke wilayah DKI Jakarta, Tangsel dan sekitarnya,” kata Endy.

Ia mengatakan, jika dirupiahkan, puluhan kilogram ganja dapat mencapai Rp395 juta. “Kalau dijual, satu kilogram itu sekitar Rp4 sampai Rp5 juta,” imbuhnya.

Endy menuturkan, 79 Kg ganja yang dibungkus menjadi 151 kotak itu ditemukan dalam kondisi sudah tersimpan rapih di dalam ban mobil.

“Jadi ganjanya itu ada di dalam ban mobil. Lalu untuk mengeluarkannya, kita harus kempiskan dulu bannya, baru kita buka,” ucap Endy.

Temuan itu pun, disebutkan Endy sebagai modus baru yang dilakukan oleh para pengedar barang haram tersebut.

“Ya ini modus baru. Belum pernah kan ada seperti ini (ganja di dalam ban). Ini baru,” katanya.

Ia menambahkan, rencananya, setelah ganja tersimpan rapih di dalam ban, ban itu akan diletakkan pada sebuah mobil boks.

“Terus mobil itu akan dibawa dengan cara ditowing (diderek). Jadi saat ada petugas lalu lintas, mereka beralasan bahwa mobil itu (yang mengangkut ban berisi ganja) rusak,” terangnya.

Menurut dia, modus yang berhasil diungkapnya itu merupakan cara baru yang digunakan tersangka untuk mengelabuhi aparat kepolisian. “Ya itu untuk mengelabuhi petugas saja, karena kalau disimpan di gudang, di dalam mobil boks, itu sudah ketahuan,” tuturnya.

Saat ini, Endy beserta jajarannya pun masih melakukan penyelidikan lebih dalam guna mengetahui asal barang haram tersebut.

“Masih kita dalami dari mana dan siapa (pemasok) ganja itu. Mudah-mudahan kita dapat mengungkap lebih banyak lagi,” ujarnya.

Atas penangkaan itu, kini kelima pengedar itu pun diganjar dengan hukuman penjara maksimal 20 tahun penjara.

“Tersangka kita sangkakan Pasal 114 dan atau Pasal 112 jo 111 Undang-undang narkotika dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara,” pungkasnya. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here