Jumat, 22 Februari 2019

Tanggulangi Banjir, Pemkot Tangsel Kucurkan Dana Drainase Rp 3 Miliar

TANGERANG, (KB).- Memasuki usia 10 tahun atau satu dasawarsa Kota Tangerang Selatan (Tangsel), masalah banjir masih menjadi momok. Tercatat ada 16 titik lokasi dari sebelumnya 31 blok dianggap masih rawan terjadi banjir di permukiman warga maupun bahu jalan.

Pemerintah daerah setempat menanggulangi masalah perkotaan tersebut, dengan memperbaiki sistem drainase. Infrastruktur tersebut, dianggap menjadi salah satu pemicu utama terjadinya banjir saat intensitas curah hujan meningkat.

“Kami setiap tahun menggelontorkan (dana) untuk pemeliharaan drainase di Tangsel ini,” kata Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, Ahad (28/10/2018). Menurut dia, untuk perbaikan sistem drainase dikucurkan dana dari APBD sekitar Rp 3 miliar per tahun.

Dana tersebut dibagi ke tiga unit pelaksana teknis (UPT) yang membawahi dua sampai tiga kecamatan di Kota Tangsel. “Paling tidak satu UPT hampir satu miliar. Jadi, saya perkirakan hampir tiga miliar lebih untuk pemeliharaan drainase,” ujar Bang Ben, sapaan akrab Benyamin Davnie.

Sementara, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Chaerudin mengklaim, dari 31 blok banjir, kini jumlahnya telah menyusut menjadi sembilan. Dari jumlah tersebut, tercatat ada 16 titik sebaran wilayah permukiman dan ruas jalan yang masih rawan banjir saat intensitas curah hujan meningkat.

“Sekarang sudah berkurang titik banjirnya. Enggak kayak dulu,” ucapnya kepada wartawan di Balai Kota Tangsel, kemarin. Kesembilan sebaran rawan banjir, yakni Blok Kawasan Ciater di depan Perumahan Ciater Permai. Blok Kedaung Hulu di Perumahan Bukit Pamulang Indah (BPI), Pamulang Indah MA, Pamulang Estate, dan Lembah Pinus.

Blok Ciputat Hilir di Kompleks Japos, Perumahan Puri Bintaro Hijau dan Arinda Permai. Blok Cantiga di Jurang Mangu Permai dan Perumahan Pondok Safari. Kemudian, rawan banjir juga masih terjadi pada Blok Serua Hilir di Pondok Maharta dan Pondok Kacang Prima. Blok Pesanggrahan di Kompleks Departemen Luar Negeri.

Selanjutnya, pada Blok Kedaung Hulu di Kawasan Jalan Oscar Raya. Blok Serua Hulu di Pamulang Asri-Rosewood. Blok Cisadane di Perumahan Pesona Serpong. Ia memastikan, bahwa penanganan masalah banjir tersebut, melibatkan lintas organisasi perangkat daerah (OPD) di Kota Tangsel.

Seperti perbaikan infrastruktur pencegahan banjir ditangani Dinas Pekerjaan Umum dan bantuan warga korban terdampak melalui Dinas Sosial setempat. Meski mengklaim telah mengalami penurunan, warga di KotaTangsel tetap harus siaga memasuki musim hujan yang sudah mulai tiba. Karena, pada sejumlah titik wilayah permukiman penduduk masih dinyatakan rawan banjir. (DA)*


Sekilas Info

Pemuka Agama Tangsel Tolak Kampanye di Rumah Ibadah

TANGERANG, (KB).- Para pemuka agama di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menolak kampanye politik di rumah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *