Tanggapi Survei Demokrat, Ino: Kinerja Pemprov Banten Alami Perubahan

SERANG, (KB).- PJ Sekda Banten Ino S Rawita mengatakan, nilai kinerja Pemprov Banten sudah mengalami perubahan. Ke depan pemprov memacu seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk lebih giat melaksanakan program yang diarahkan untuk kepentingan masyarakat.

Hal itu dikatakan Ino menanggapi survei DPD Demokrat Banten bersama Voxpol Center yang menyatakan tidak puas terhadap kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Wahidin Halim-Andika Hazrumy.

“Kinerja Pemprov Banten sebenarnya sudah mengalami perubahan dari yang sebelumnya C menjadi B. Dan akan kami pacu terus nilai kinerja pemprov menjadi BB atau A pada penilaian tahun yang akan datang. Ini kan berproses, ada tahapan, ada kegiatan, ada pelayanan yang dilakukan oleh OPD selaku pelayan masyarakat,” kata Ino, Jumat (22/3/2019).

Menurutnya, Gubernur, Wakil Gubernur Banten beserta OPD di lingkungan Pemprov Banten sudah berusaha meningkatkan kinerja sehingga mendapat nilai baik dari Menpan RB. “Kalau toh hasil survei masih ada bolongnya masih ada yang kurang puas, kan sekarang sedang berproses baru mau tahun ke tiga,” ujarnya.

Ke depan pihaknya akan terus meningkatkan kinerja seluruh OPD dalam melaksanakan program pro rakyat. “Sehingga mudah-mudahan tahun akhir kepemimpinan Bapak Gubernur WH (Wahidin Halim) dan Bapak Wakil Gubernur Andika Hazrumy akan tercapai, yaitu Banten yang maju, mandiri, berdaya saing dan berakhlaqul karimah,” ucapnya.

Baca Juga: Kinerja WH-Andika Belum Memuaskan

Diketahui, DPD Demokrat Banten merilis hasil survei yang di dalamnya mencakup tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur Banten. Hasilnya, mayoritas masyarakat yang menjadi responden menyatakan tidak puas.

Survei tersebut dilakukan DPD Demokrat Banten bersama Voxpol Center. Responden yang dilibatkan sebanyak 2.500 orang dengan menggunakan metode multistage random sampling, margin of error atau toleransi tingkat kesalahan sebesar 2 persen.

Ketidakpuasan secara umum responden terhadap kinerja WH-Andika selama kepemimpinannya tergambar 39.3 persen. Hanya 35.7 persen yang menyatakan puas, 2.2 persen menyatakan sangat puas, 2.0 persen sangat tidak puas dan 20.8 persen tidak menjawab.

Ada tiga faktor menonjol yang menyebabkan mayoritas responden tidak puas terhadap kinerja WH-Andika. Pertama sulit mencari lapangan pekerjaan sebesar 31.5 persen. Kedua, harga kebutuhan pokok mahal sebesar 30.6 persen. Ketiga, jalan raya rusak atau tidak memadai 9.6 persen. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here