Tangani Kebakaran TPA Bagendung, Pemkot Cilegon Siapkan Tujuh Mobil Damkar

CILEGON, (KB).- Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon menyiapkan 7 unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) dan 7 unit mobil penyuplai air untuk memadamkan tempat pembuangan akhir (TPA) Bagendung yang dilanda kebakaran sejak Jumat (2/8/2019) di Kelurahan Bagendung, Kecamatan Cilegon.

Hal tersebut terungkap dalam rapat koordinasi Pemkot Cilegon dengan sejumlah industri serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik pemkot Cilegon, di Ruang Rapat Wali Kota Cilegon, Senin (5/8/2019).

”Setelah saya meninjau langsung ke lokasi (kebakaran TPA Bagendung), harus ada penanganan secara terpadu,” kata Wali Kota Ciegon, Edi Ariadi.

Apalagi, ujar dia, kejadian tersebut, sudah 3 hari serta efeknya sangat luar biasa bagi masyarakat sekitar. Oleh karena itu, dibutuhkan penanganan yang tepat dan cepat.

“Mobil damkar harus segera ditambah untuk menjaga kemungkinan hal-hal yang tidak diinginkan. Dinkes, DLH, dan Dinsos segera lakukan hal-hal percepatan penanganan bagi warga sekitar yang membutuhkan masker atau lainnya,” ujar Edi.

Sementara itu, Sekda Kota Cilegon Sari Suryati menuturkan, masing-masing industri yang ikut serta melaksanakan survei akan ditempatkan pada titik-titik tertentu, sehingga 7 unit mobil damkar tersebut, akan melakukan penyemprotan secara bersamaan.

“Jadi, hasil rapatnya memang ada 7 unit mobil damkar yang akan terjun langsung besok (hari ini) untuk melakukan aksi bersamaan,” tuturnya.

Mobil damkar dari industri, antara lain PT Krakatau Posco 1 unit, PT KS 1 unit, Damkar Serang 3 unit, Indonesia Power 1 unit, PT ASDP 1 unit, dan Pemkot Cilegon 2 unit.

Sementara, untuk suplai air PDAM CM 3 unit dan Perkim 3 unit. Ia berharap, dengan diterjunkannya 7 unit mobil damkar, sisa asap atau api yang masih menyala di bawah tumpukan sampah bisa padam dan asap sisa kebakaran tidak menjalar ke permukiman warga, sehingga masyarakat sekitar juga bisa bebas dari asap kebakaran.

”Jadi, memang dibutuhkan banyak unit mobil damkar, karena Pemkot Cilegon ini terbatas, maka kami minta bantuan dengan industri dan pemerintah tetangga. Dengan harapan banyaknya jumlah unit mobil damkar yang diterjunkan bisa memadamkan kebakaran tersebut,” katanya.

Kepala Seksi Penanganan Sampah pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon Redha Badarudin menyayangkan di TPA tidak ada hidran untuk pemadaman, sehingga kebakaran tersebut berlarut-larut sampai tiga hari. Namun begitu, dia mengucapkan terima kasih kepada petugas damkar dan PT Pelindo yang telah terjun langsung dalam menangani kebakaran.

“Yang kami sangat khawatirkan adalah bentuk bakaran-bakaran liar yang terjadi di dekat area TPSA,” tuturnya. (HS)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here