Rabu, 21 November 2018

Tanamkan Akhlak Sejak Usia Dini

PENDIDIKAN akhlak harus ditanamkan kepada anak sejak usia dini. Hal tersebut untuk membentengi anak dalam menjalani kehidupan di era modernisasi saat ini. Kepala Yayasan Al Jauharotunnaqiyah, Sumur Pecung, Kota Serang, Abdul Malik mengatakan, anak usia dini harus dikenalkan dan dibiasakan dengan pola pendidikan moral dan agama.

“Pendidikan Agama Islam dapat membina akhlak para siswa dan memperaktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan lingkungan yang mendukung dan dapat bekerja sama dalam mendidik anak-anak, maka pembinaan akhlakul karimah akan tercapai dengan baik,” katanya, Kamis (26/10/2017). Menurut dia, pendidikan akhlak sejak dini akan membentengi anak-anak hingga dewasa.

“Pendidikan agama itu sangat penting sekali dan harus ditanamkan sejak dini, anak-anak kami dapat mengamalkan apa yang sudah diajarkan di madrasah dengan lingkungannya. Walaupun madrasah tidak seperti sekolah formal lainnya, kami dapat berkontribusi dalam memberikan pendidikan agama bagi anak-anak,” ujarnya

Dalam pembelajaran sehari-hari, MDA Al Jauharotunnaqiyah yang memiliki 275 murid tersebut juga mengedepankan pendidikan akhlak, agar murid terdorong dan tergerak jiwa dan hatinya untuk berperilaku dan beradab atau sopan santun. Ia menuturkan, pembelajaran kepada anak dimulai dari hal yang lebih mudah, lalu ke hal yang lebih sulit, agar si anak tidak kesulitan dalam mengikuti pembelajaran. “Di madrasah, kami mengajarkan kepada anak-anak ke hal yang lebih mudah, seperti membaca Iqra dan surat-surat pendek Alquran, akidah, dan baca tulis Alquran,” ucapnya.

Dalam upaya memberikan pendidikan berkualitas, pihaknya mengikuti kurikulum yang diberikan Kementerian Agama dan terus meningkatkan kompetensi para tenaga didik, selain melibatkan guru dalam penyusunan program pendidikan dan pembelajaran. “Begitu penting peningkatan akhlak pada anak. Tenaga pendidik dalam membina akhlak anak memengaruhi tingkat pemahaman dan nilai-nilai akhlak itu sendiri, pengaruh terhadap tingkah laku kesadaran murid dalam mengamalkan nilai-nilai luhur, baik dalam lembaga atau di luar lembaga, baik bersifat formal dan nonformal,” tuturnya.

Ia menjelaskan, proses pembinaan akhlak murid juga bertujuan untuk meningkatkan mutu guru Pendidikan Agama Islam khususnya peningkatan dalam bidang cara mengajar, yang mana strategi tersebut merupakan jembatan penghubung dalam kegiatan belajar mengajar. “Memberikan kesempatan kepada guru dalam menyampaikan pembelajaran kepada anak. Selain untuk melakukan kegiatan, seperti praktik salat, kami laksanakan di masjid depan madrasah kami, tapi tidak mengganggu kegiatan di masyarakat, karena keterbatasan tempat,” katanya. (DE)***


Sekilas Info

Dakwah Mengubah Kebiasaan Jadi Kebaikan

SERANG, (KB).- Setiap orang memiliki kewajiban untuk berdakwah, akan tetapi dakwah juga mempunyai waktu, karena dakwah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *