Selasa, 25 September 2018

Tanam 10 Ribu Mangrove, NSCL Gaet Rekonvasi Bhumi

Dalam rangka memperbaiki kerusakan lingkungan dan ekosistem pantai, Nippon Shokubai Company Limited (NSCL) Cilegon bersama Rekonvasi Bhumi dan Sekolah Tinggi Perikanan (STP) melakukan penanaman 10.000 pohon mangrove (bakau) di teluk Banten, Kasemen, Kota Serang.

Kegiatan tersebut merupakan pencanangan kerjasama antara Rekonvasi Bhumi dengan Nippon Shokubai Company Limited selama lima tahun.

“Kegiatan ini dalam rangka kontribusi Jepang dan Indonesia dalam menjalin kerjasama yang baik. Maka, kami mencoba untuk melakukan penanaman mangrove di Teluk Banten ini,” kata Direktur HR dan Administrasi Nippon Shokubai Company Limited Cilegon Heroe Soesanto.

Dia juga sedikit bercerita kalau sebelumnya Teluk Banten merupakan tempat wisata yang cukup ramai dan menjadi favorit masyarakat Banten, terutama Serang. Karena terjadi erosi, maka pantai di Teluk Banten ini semakin habis dan nyaris menghilang.

“Kami mencoba untuk mengembalikan Teluk Banten seperti dulu, menjadi tempat wisata pilihan keluarga kembali. Dan kami akan terus memantau dan tentunya melibatkan peran masyarakat untuk menjaga serta merawat mangrove yang kami tanam ini,” lanjutnya.

Eksternal Affair dan Legal NSCL Cilegon Irwan Sambilani menambahkan, jika kegiatan ini merupakan projek pertama yang dilakukan oleh NSCL.

“Ini projek pertama kami, kalau di pusatnya Jepang itu sudah berjalan. Kami coba untuk terapkan disini, jadi perusahaan kami ini memang lebih mengutamakan untuk menjaga lingkungan, menghijaukan, sesuai dengan moto kami, green industri,” tambahnya.

Irwan mengatakan, meski bantuan dari pihaknya tidak seberapa besar, namun ini sangat bermanfaat untuk lingkungan di kemudian hari. “Semoga kedepannya juga dengan projek ini, kami bisa memberikan bantuan yang tentunya lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” katanya.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Walikota Serang terpilih 2018-2023 Syafrudin. Namun, dia mengatakan bukan sebagai Walikota tetapi sebagai tamu undangan yang mewakili tokoh masyarakat.

“Kegiatan penanaman mangrove ini kerjasama antara Rekonvasi Bhumi dengan perusahaan swasta dalam menjaga lingkungan dan memperbaiki ekosistem laut,” katanya.

Dilanjutkan Syafrudin, dengan penanaman mangrove tersebut tentu saja dapat mengembalikan ekosistem laut dan mencegah abrasi, sehingga pantai akan kembali asri dan kembali menjadi tempat wisata.

Terakhir, Direktur Eksekutif Rekonvasi Bhumi NP Rahadian menyampaikan, dengan adanya mangrove biota laut dan lingkungan akan tetap terjaga.

“Kalau sudah ada mangrove ikan-ikan kecil tentu akan kembali dan pendapatan nelayan pun akan bertambah. Karena akar mangrove ini merupakan tempat berlindung para ikan kecil baik hias maupun ikan lainnya dari predator,” katanya. (Rizky Putri)*


Sekilas Info

Pilpres 2019, Balad Jokowi Fokus Pemenangan Jabar-Banten

SERANG, (KB).- Relawan Balad Jokowi fokuskan meraih kemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin diwilayah Jawa Barat dan Banten pada …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *