Tambah Bangunan, 15 Perusahaan di Kabupaten Serang Langgar Aturan IMB

SERANG, (KB).- Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Serang menemukan 15 perusahaan di Kabupaten Serang melanggar aturan izin mendirikan bangunan (IMB).

Belasan perusahaan yang tersebar di wilayah Serang Barat dan Timur tersebut, kedapatan memiliki bangunan tambahan tanpa ada IMB.

Kabid Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) DPMPTSP Kabupaten Serang Haero Fiatna menjelaskan, 15 perusahaan tersebut, ditemukan saat pihaknya bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Provinisi Banten melakukan pengawasan.

Diketahui, bahwa perusahaan tersebut, berubah dari rencana awal atau site plan. Sehingga, nantinya seluruh perusahaan tersebut, akan ditindaklanjuti untuk mempertanggungjawabkan pelanggaran tersebut.

“Ada 15 perusahaan yang ditemukan soal bangunan liar atau bangunan tambahan yang belum memiliki IMB,” katanya kepada wartawan ditemui di ruang kerjanya, Kamis (18/4/2019).

Ia menuturkan, saat dilakukan pengecekan ke lapangan, terdapat bangunan tambahan yang tidak sesuai dengan bentuk sebelumnya yang disampaikan ke DPMPTSP.

“Tindak lanjutnya nanti kalau tidak dibongkar ya mereka membayar, nanti kan bisa menjadi pendapatan asli daerah (PAD),” ujarnya.

Ia mengatakan, perusahaan akan diberikan waktu kurang lebih satu pekan untuk membongkar bangunan tambahan tersebut. Jika dalam tenggat waktu tersebut, tidak ada tindak lanjut, maka petugas yang akan membongkar, jika perusahaan juga tidak mau membayar bangunan tambahan tersebut.

Perusahaan harus mengembalikan ke site plan awal yang sudah disampaikan kepada DPMPTSP jika memilih untuk membongkar.

“Waktunya satu minggu untuk membongkar. Harus dikembalikan seperti site plan awal,” ucapnya.

Menurut dia, mayoritas perusahaan melakukan hal tersebut, karena tidak paham. Sebab, selama ini mereka hanya menduga bangunan tambahan tidak akan masuk dalam IMB. Namun, ada juga faktor disengaja oleh perusahaan.

“Faktornya human error atau disenggaja. Perusahaan juga mengakui kesalahannya dan akan mematuhi kebijakan yang ada, jika harus bayar ya bayar atau bongkar,” tuturnya. (TM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here