Takjil, UKM, dan Ridho Ilahi

H. Achmad Rifai.*

Oleh : H. Achmad Rifai

Menjalankan ibadah di bulan Ramadan yang ditandai dengan kewajiban berpuasa bagi umat Islam tentunya banyak memiliki keistimewaan dan keutamaan yang tidak ditemukan di bulan-bulan lainnya.

Keutamaan dan keistimewaan tersebut tidak hanya memancing kita untuk menambah kualitas ibadah secara pribadi tetapi juga memberikan semangat kita untuk melaksanakan beribadah secara berjamaah dan bersosial baik di masjid, musala maupun tempat lainnya.

Melaksanakan ibadah sosial yang dimaksudkan di sini adalah ibadah yang tidak hanya menggambarkan hubungan murni antara hamba dengan tuhannya. Akan tetapi, selain itu juga terjalin hubungan antara sesama manusia.

Firman Allah, “Kamu sekali-kali tidak akan mencapai kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.” (QS. Ali Imran: 92)

Ramadan adalah bulan penuh berkah dan keutamaan, banyak cara yang dapat ditempuh untuk meraih keutamaan tersebut, salah satunya dengan berbagi bersedekah.

Selanjutnya, dari sekian banyak ibadah sosial dengan bersedekah yang perlu menjadi perhatian kita adalah menyediakan takjil berupa berbagai jenis makanan kecil yang disediakan dan dibagikan dengan cara dibungkus untuk berbuka puasa.

Biasanya, takjil terdiri dari makanan manis maupun gurih. Kegiatan berbagi takjil yang diyakini akan adanya jaminan pahala bagi mereka yang mau berbagi takjil. Bahkan, kadar pahala itu hampir menyamai pahala orang yang berpuasa.

Menyampaikan pesan-pesan Syaikh Said bin Muhammad Ba Ali Ba Isyan dalam bukunya Syarh al-Muqaddimah al-Hadramiyah yang dinamai Busyra al-Karim bisyarh Masail al-Ta’lim, halaman 564 terkait keistimewaan dan keutamaan orang yang menyediakan takjil dan makanan untuk buka puasa sebagai berikut:

”Orang yang berpuasa disunahkan berbagi sesuatu dengan orang lain untuk buka puasanya meskipun hanya sebutir kurma atau seteguk air. Kalau dengan makan malam, tentu lebih utama berdasar pada hadits Rasulullah, ‘Siapa yang berbagi takjil kepada orang yang berpuasa, maka ia mendapatkan pahala puasa tanpa mengurangi pahala puasa orang yang diberi takjil’.”

Penjelasan tersebut menegaskan bahwa menyediakan takjil atau berbagi sesuatu kepada orang lain yang berpuasa untuk buka puasanya meskipun hanya sebutir kurma.

Bisa juga seteguk air apalagi dengan menyediakan makanan merupakan perbuatan yang sangat dianjurkan dan mendapatkan ganjaran yang sangat luar biasa terutama di bulan Ramadan.

Bahkan jika memungkinkan pemberi takjil dapat berbuka dan makan bareng dengan orang yang diberi takjil. Karena bagi perbuatan tersebut menjadi simbol yang menggambarkan sifat tawadu’ dan lebih menyenangkan hati mereka.

Hal ini didasarkan pada hadits Rasulullah SAW. Beliau bersabda, “Siapa yang berbagi takjil kepada orang yang berpuasa, maka ia mendapatkan pahala puasa tanpa mengurangi pahala puasa orang yang ditraktir takjil.” (HR. Ahmad: 4/114, dan disahihkan oleh Tumudzi: 807)

Bermitra dengan UKM

Pada Ramadan ini, Ikatan Cendekia Muslim se-Indonesia, Organisasi Wilayah Provinsi Banten (ICMI Orwil Banten) melibatkan banyak tangan-tangan jamaah yang ikhlas tergerak untuk pembagian takjil sebagai suatu pengabdian untuk berharap mendapatkan pahala ganjaran keberkahan, kasih sayang dan ridho Allah SWT.

Dana dari umat, oleh umat, untuk umat adalah prinsip transparansi. Kepanitiaan yang dibentuk dengan niatan keikhlasan. Dana titipan yang terkumpul untuk kegiatan pembagian takjil ICMI Banten didapat dari para donatur di kepengurusan ICMI Orwil Banten yang ditampung dan dikelola bersama pengurus dan kepanitiaan lainnya dengan sistem keterbukaan. Ini sebagai bagian untuk menjalankan amanah untuk menyalurkan amanat umat.

Bermitra dengan usaha kecil menengah yang dikelola oleh keluarga sederhana, pengurus ICMI Banten mendapatkan berbagai makanan yang sudah matang sebagai takjil yang dikirimkan setiap hari dari pukul 14.00-16.30 oleh pemilik warung di sekitar kantor kesekretariatan ICMI Banten.

Para pemilik warung tersebut selama bulan Ramadan berkomitmen untuk menyediakan berbagai jenis bahan makanan kecil berikut minuman dalam bentuk air minum dalam kemasan (AMDK) sesuai kebutuhan dengan sistem jual beli dengan harga yang telah disepakati bersama.

Selanjutnya, bersilaturahim dan berdiskusi adalah kegiatan rutin sambil ngabuburit. Kegiatan ini rutin dilakukan setiap hari di sekretariat ICMI Banten, adalah kegiatan rutin mengemas berbagai makanan takjil yang siap dibagikan pada sore hari menjelang azan Magrib. Pembagian takjil dilakukan disekitar Kota Serang.

Hikmah

Di antara hikmah-hikmah yang dirasakan di bulan Ramadan istimewa banyak sekali anugerah yang diberikan Allah SWT kepada umat yang menunaikan puasa, pahala yang diberikan Allah juga maha besar.

Dalam hadits Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam disebutkan: “Allah subhanahu wata’ala berfirman, ‘Setiap amal kebaikan memiliki balasan pahala sepuluh kali lipatnya sampai tujuh ratus kali lipat kecuali ibadah puasa, karena sesungguhnya puasa itu adalah untukku dan aku yang akan membalaskan pahalanya’.” (HR. Bukhari).

Syekh Said Muhammad Ba’asyin dalam Busyrol Karim mengatakan, orang yang berpuasa disunahkan berbagi sesuatu dengan orang lain untuk buka puasanya meskipun hanya sebutir kurma atau seteguk air. Kalau dengan makan malam, tentu lebih utama.

Takwa

Semua ibadah adalah untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Alah, dan bulan Ramadan adalah waktu yang sangat tepat untuk menggapai dalam meningkatkan derajat keimanan dan ketakwaan kepada-Nya. Hal itu sebagaimana difirmankan oleh Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 183:

Allah Ta’ala berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al Baqarah: 183).

Ayat di atas menunjukkan bahwa di antara hikmah puasa adalah agar seorang hamba dapat menggapai derajat takwa. Dan puasa adalah sebab meraih derajat yang mulia ini. Oleh karena itu, sebagai muslim jangan sampai menyia-nyiakan kesempatan besar di bulan Ramadan ini.

Bersyukur

Saat menjalankan ibadah puasa, seseorang akan berusaha meningkatkan takwa. Caranya adalah melaksanakan perintah dan menjauhi larangan agama dan tidak melanggar aturan-aturan dalam pemerintahan.

Dalam berpuasa umat Islam diminta untuk meninggalkan berbagai nafsu syahwat, makanan dan minuman serta perbuatan-perbuatan yang tidak baik, itu semua dilakukan karena tunduk pada ketentuan Allah.

Ketika seseorang mampu meninggalkan kesenangan duniawi, maka dia mampu mengendalikan jiwanya. Rasa kenyang karena banyak makan dan minum, itu semua biasanya akan membuat seseorang lupa diri, kufur terhadap nikmat, dan menjadi lalai.

Dengan menjalankan puasa yang disertai dengan berbagi kebaikan terutama dengan saudara kita yang kurang mampu, maka jiwa pun akan lebih dikendalikan, dan ” Orang yang berpuasa disunahkan berbagi sesuatu dengan orang lain untuk buka puasanya meskipun hanya sebutir kurma atau seteguk air. Kalau dengan makan malam, tentu lebih utama.

Berdasar pada hadits Rasulullah, ‘Siapa yang berbagi takjil kepada orang yang berpuasa, maka ia mendapatkan pahala puasa tanpa mengurangi pahala puasa orang yang diberi takjil’.”

Lebih lanjut, Imam Izzuddin bin Abdis Salam menyebutkan, sungguh kemuliaan yang sangat luar biasa bagi orang yang memberikan takjil dan makanan kepada orang lain untuk buka puasa. Beliau juga menyebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

”Maka barang siapa memberi makanan pada 36 orang yang berpuasa setiap tahun, maka seakan-akan ia puasa satu tahun (karena kebaikan dilipatgandakan pahalanya sepuluh kali). Dan barang siapa memperbanyak memberi takjil atau makan dan minum orang-orang yang berpuasa atas dasar niat ini, Allah mencatat baginya puasa berabad-abad dan bertahun-tahun.”

Bersabar

Di bulan Ramadan tentu saja setiap muslim harus menjauhi berbagai macam maksiat dan perbuatan-perbuatan yang tidak baik agar puasanya tidak sia-sia. Selain itu juga agar tidak mendapatkan lapar dan dahaga saja.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga saja.”

Puasa menjadi sia-sia seperti ini disebabkan bulan Ramadan masih diisi pula dengan berbagai maksiat perbuatan-perbuatan yang melanggar ketentuan Agama dan Pemerintah. Padahal dalam berpuasa seharusnya setiap orang berusaha menjaga lisannya, menjaga perilakunya dari berbagai perkataan dan tindakannya yang tidak baik dan hal-hal yang sia-sia.

Peduli sesama

Ketika seseorang menjalankan puasa, ia akan merasakan lapar sebagaimana laparnya orang miskin. Puasa akan menyebabkan seseorang lebih menyayangi saudara kita yang miskin, dengan sebab inilah kita berharap mendapatkan balasan kebaikan yang melimpah dari sisi Allah.

Karena orang yang berpuasa pasti merasakan penderitaan lapar dalam sebagian waktunya. Tingkat kepedulian ini di antaranya ditunjukkan dengan melakukan kemitraan bersama usaha-usaha kecil menengah yang membuat kue-kue atau makanan-makanan kecil yang dikelola secara kelompok usaha yang dijalankan di rumah penduduk, yang selanjutnya diperdagangkan di pasar tradisional maupun pada warung-warung dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat kecil.

Kegiatan kemitraan inilah yang diharapkan pula menyebabkan derajatnya meningkat dalam penilaian Allah. Rangkaian kegiatan puasa yang dilakukan setiap tahun ini sekaligus melakukan introspeksi terhadap diberikannya panjang umur untuk dapat bertemu dengan bulan Ramadhan yang telah kita lakukan tahun kemarin, apa kekurangannya untuk kita sempurnakan dan apa kebaikannya untuk kita tingkatkan.

Diantara rangkaian ibadah yang hendaknya diingat untuk dicapai pada setiap ibadah puasa di bulan Ramadan bagi yang berpuasa, sebenarnya pencapaian dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, dan semoga hidup dan kehidupan yang kita jalani dalam lindungan kasih sayang ridhoNya. Semoga kita dapat dipertemukan kembali dengan bulan suci Ramadan tahun yang akan datang. Aamiin Ya Robbal Aalamiin. (Penulis, Pengurus ICMI Orwil Banten Dosen Tetap Universitas Banten Jaya, Kota Serang)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here