Tak Mau Hamburkan Uang, Bupati Serang Tolak Saran Ngontrak

SERANG, (KB).- Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menolak saran Komisi I DPRD Kabupaten Serang agar kantor sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dipindahkan dan mengontrak gedung di Ciruas. Penolakan dilakukan karena Pemerintah Tidak ingin menghamburkan anggaran untuk biaya ngontrak sementara kebutuhan dasar masyarakat masih sangat banyak.

“Menurut kami pakai logika yah, sekarang kita sudah punya gedung yang sudah kita sewa, nah sekarang kita pindah, keciruas, tujuannya untuk apa harus sewa,” kata Tatu. Selasa (16/1/2018). Jika alasannya untuk mendekatkan pelayanan ke masyarakat, menurut Tatu, di lokasi yang saat ini justru berada tengah-tengah, ke Serang Barat, Serang Utara bisa tetap ditengah.

“Menurut saya harus dipikirkan pula dengan anggaran terbatas APBD kita juga harus menghitung, tidak boleh menghambur-hamburkan dana, kita sudah punya kantor, harus pindah lagi untuk menyewa, dengan alasan juga yang sebetulnya tidak terlalu signifikan. Kalau untuk pelayanan sekarang ini juga kita bisa di tengah-tengah, ke Serang Barat bisamelayani,” katanya.

Sekarang, kata Tatu, apayang dirasa pelayanannya menjadi hambatan jika tidak pindah. “Saya rasa sekarang yang menjadi keluhan masyarakat soal KTP, dan saya sudah intruksikan itu agar dikecamatan dilaksanakan perekaman dan itu sudah dilaksanakan oleh dinas, keluhannnya hanya di kecamatan yang sinyalnya tidak bagus yang menjadi kendala,” katanya.

Tatu mengatakan, terkait anggaran perhitungnya harus detail, jangan hanya karena emosialnal harus cepat pindah. Kemudian pindahnya untuk apa, jangan hanya karena semangatnya saja untuk segera pindah. “kita juga sebetulnya semua ingin pindah ke puspemkab punya kantor baru, tapi kan dewan sendiri sudah duduk bersama ketika membuka anggaran tahu kekuatan anggaran kita seperti apa,” ujarnya.

Pemkab tidak bisa membangun puspemkab dengan anggaran yang tidak cukup, dan pemkab tidak ingin mendahulukan kepentingan pemda sebagai pelayan masyarakat, sedangkan kebutuhan dasar masyarakat sendiri masih banyak. “Kita misalnya mau mebangun itu bisa kita bangun gedung langsung banyak,tapi kebutuhan masyarakat yang mendasar jalan, pendidikan, kesehatan yang diutamakan untuk masyarakat akan terhambat. Apa itu yang mau dipilih?, kan tidak mungkin, masa kita mau mendahulukan kita dulu, baru masyarakat,” ujar Tatu.

Menurutnya, dengan kondisi kantor yang ada saat ini semua masih refresentatif,jika ada yang bocor juga diperbaiki, tapi kalau untuk mewah sementara ini tidak bisa untuk Pemkab Serang karena punya anggaran terbatas. “Kita harus melayani masyarakat yang kebutuhan dasarnya ini masih sangat besar. Lihat jalan kabupaten masih jelek, masihbanyak ruang kelas yang harus diperbaiki, puskesmas yang harus diperbaiki. Sabar dulu, kalau untuk kita untuk apa sih ya kalau kantor pemda tidak bocor tidak masalah menurut saya, masih refresentatif. Kecuali sudah tidak bisa kerja, ruangannya jebol baru,” katanya.(YY)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here