Tak Lolos Seleksi Administrasi, Ribuan Pelamar CASN Berguguran

SERANG, (KB).- Ribuan pelamar calon aparatur sipil negara (CASN) Pemprov Banten mulai berguguran atau tidak memenuhi syarat (TMS) dalam seleksi administrasi. Dari total 6.932 pelamar, sebanyak 1.724 orang di antaranya gugur karena tidak memenuhi persyaratan administrasi.

Berdasarkan pengumuman Pemprov Banten nomor : 800/2991-BKD/2018 tentang pelamar yang dinyatakan memenuhi syarat administrasi dan tidak memenuhi syarat administrasi seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemprov Banten tahun 2018. Pengumuman tersebut dimuat dalam laman https://bkd.bantenprov.go.id/ pada Ahad (21/10/2018).

Berdasarkan lampiran surat yang ditandatangani Pj Sekda Banten Ino S Rawita tersebut, disebutkan beberapa faktor para pelamar yang tidak lulus seleksi administrasi. Antara lain, bagi tenaga kesehatan tidak melampirkan surat tanda registrasi yang dikeluarkan oleh pejabat instansi yang berwenang. Scan dokumen bukan asli (fotokopi). Selain itu, foto selfie tidak menunjukkan bukti registrasi dan KTP, hasil upload scan tidak terbaca, ijazah tidak sesuai formasi, dan lain-lain.

Dari Kabupaten Serang, sebanyak 12.042 pelamar calon aparatur sipil negara (CASN) tidak memenuhi syarat (TMS). Dari jumlah pelamar sebanyak 12.036 orang, terdapat 9.994 orang yang memenuhi syarat (MS).

Kepala Sub Bidang Data dan Informasi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Serang, De Safari Natadikarya mengatakan, jumlah pelamar CASN Kabupaten Serang sebanyak 12.036 orang. Dari hasil seleksi administrasi, yang memenuhi syarat (MS) 9.994 orang dan yang tidak memenuhi syarat (TMS) 2.042 orang.

Hasil tersebut direncanakan diumumkan di website resmi BKPSDM Kabupaten Serang, Ahad (21/10/2018) malam.”Di umumkan di web mungkin malam ini (kemarin) atau besok (hari ini),” kata pria yang akrab disapa Deden ini, saat dihubungi Kabar Banten melalui layanan pesan WhatsApp, Ahad (21/10/2018).

Berpeluang bertambah

Sedangkan dari data Badan Kepegawaian Negara (BKN) sampai kemarin, sudah ada 476.937 dokumen pelamar calon aparatur sipil negara (CASN) gagal menapaki tahap seleksi selanjutnya. Jumlah ini baru didapat dari 2.817.496 dokumen pelamar CASN yang telah selesai diverifikasi.

Jumlah keseluruhan pelamar yang masuk mencapai 3.627.981 orang. Dengan demikian, jumlah yang gagal verifikasi berpeluang bertambah. Seperti diketahui, sejak penutupan pendaftaran pada 15 Oktober 2018 lalu, masing-masing instansi melakukan verifikasi terhadap dokumen para pelamar.

“Dari yang diverifikasi, yang memenuhi persyaratan berjumlah 2.340.559 atau 83,1%, sementara yang tidak memenuhi persyaratan 476.937 atau 16,9%,” ujar Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan, dilansir Okezone, Sabtu (20/10/2018).

Ridwan menyebutkan, ada beberapa faktor yang membuat pelamar tidak lolos administrasi. Salah satu kesalahan utama adalah kesalahan pelamar dalam melampirkan dokumen. “Dokumen yang diunggah salah atau tidak lengkap, misalnya surat tanda registrasi untuk tenaga kesehatan, banyak yang tidak melampirkan,” ucapnya.

Selain permasalahan dokumen, kesalahan lain yang dilakukan oleh pelamar adalah salah memilih formasi. Dia mengatakan, ada pelamar yang melamar dengan latar belakang pendidikan yang tidak sesuai. “Misalnya untuk guru madrasah itu harusnya SPd (sarjana pendidikan) atau SPdI (sarjana pendidikan Islam), tapi ada beberapa instansi yang hanya ambil SPd. Maka pelamar SPdI yang merasa bisa dan memasukkan lamaran akan terpental,” tuturnya.

Kesalahan terakhir adalah berkaitan dengan identitas pelamar. Sering kali menurutnya ada kesalahan karena ketidaksesuaian dengan data kependudukan yang ada. “Jadi memang faktor-faktor ini di sebabkan literasi pelamar tidak begitu baik. Langsung melamar saja,” ucapnya. Dia menuturkan, pelamar CASN yang berhasil lolos verifikasi dokumen akan diumumkan di akun masing-masing dengan tulisan ‘selamat Anda lulus tahap verifikasi’.

Menurut dia, semua instansi pembuka rekrutmen CASN wajib mengumumkan hasil seleksi administrasi paling lambat 21 Oktober 2018. Jika tidak maka setiap instansi akan menanggung dampaknya. “Pejabat pembina kepegawaiannya (PPK) sudah disurati oleh kepala BKN. Ada jika terlambat mengumumkan maka SKD dan SKB-nya belakangnya,” katanya.

Sebelumnya dia menuturkan, instansi pembuka seleksi CASN dapat mengumumkan hasil seleksi administrasi lebih cepat dari 21 Oktober. Para pelamar dapat melihat hasil seleksi administrasi dengan melakukan login ke masing-masing akun. Sistem seleksi CPNS nasional (SSCN) teranyar ini memungkinkan bagi pelamar untuk mengetahui status kelulusannya.

“Masing-masing pelamar coba login, tapi tidak harus setiap menit. Setengah hari sekali mungkin. Lihat di akunnya masing-masing apakah lolos atau tidak. Atau yang lebih mudah, kami mewajibkan juga instansi untuk melakukan pengumuman di website masing-masing,” tuturnya.

5 intansi pelamar terbanyak

Dia menyebut instansi-instansi dengan pelamar terbanyak memiliki pekerjaan banyak untuk melakukan verifikasi. Seperti diketahui, terdapat lima instansi yang memiliki pelamar terbanyak, yakni Kemenkumham sebanyak 487.071 orang, Kemenag 265.264, Kemenristek-Dikti 60.593, Kejagung 50.823, dan Kemenhub 37.717. “Instansi dengan pelamar terbanyak hari-hari ini harus bekerja keras melakukan verifikasi, dengan sekuat-kuatnya dan dibantu kanwil setempat. Mudah-mudahan tanggal 21 Oktober itu bisa selesai,” ucapnya.

Sementara itu, Deputi Bidang SDM Aparatur Kemenpan-RB Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) CPNS 2018 menyiapkan 873 titik lokasi tes yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Dia mengatakan, selain fasilitas CAT dari BKN, Panselnas juga akan menggunakan fasilitas CAT ujian nasional berbasis komputer (UNBK) milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Dari jumlah itu, 237 titik di antaranya milik atau yang diusahakan oleh BKN. Lalu, 636 titik merupakan fasilitas UNBK Kemendikbud. Dengan jumlah itu, pelamar diharapkan semakin dekat dengan lokasi tes CASN Tahun 2018,” ujarnya. Dia mengatakan, lokasi tes CASN yang dikoordinasikan BKN antara lain kantor BKN pusat, sejumlah kantor regional BKN, dan UPT BKN. Selain itu juga beberapa lokasi milik kementerian/lembaga yang tersebar di berbagai daerah. (TIM KB)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here